Galaunya masa muda ku

Ekspresi Diam belum tentu emas, Selalu mendengar bukan berarti tidak ingin didengar

2 Jan 2012 - 13:31 WIB

“Diam belum tentu emas, Selalu mendengar tapi tidak pernah didengar

diam-bukanlah-emas

Setujukah Anda jika menjadi pendiam itu tidak selamanya menyenangkan?. Jika anda setuju mungkin Artikel ini sangat perlu untuk anda baca. Anda akan memetik banyak pengalaman dan hikmah dibalik sebuah Ekspresi setiap orang jika anda menyadarinya. Bahkan Anda pun bisa belajar dari kegalan orang lain . Semoga setelah membaca tulisan ini anda bisa menjadi orang lebih menghargai orang lain. Tulisan ini admin tunjunkan untuk para untuk teman - teman follower @TentangGueItu yang masih Pelajar khususnya remaja. Salam terbaik dari gue buat seluruh blogger seluruh Indonesia, khususnya para detik blogger :).

Pendiam belum tentu emas. Apakah kamu orang yang pendiam?. Lalu pendiam seperti apakah anda?.



Pertama, kata pepatah Diam adalah Emas mungkin itu benar jika anda memilih menjadi seorang pendengar, Mengingat jumlah telinga lebih banyak dari jumlah mulut. Dimana lebih banyak menggunakan kedua telinga jauh lebih bijak daripada terus berbicara dengan satu mulut. Dengan kata lain, pepatah ini tepat untuk anda yang cenderung tidak menyukai perdebatan disaat anda mengikuti sebuah diskusi di hadapan orang orang banyak. Anda di anggap hebat, karena lebih memilih diam daripada ikut berdebat dalam meladeni orang yang pandai berbicara di depan anda mengemukakan secara egois dalam menentukan ‘pendapat dan ide siapa yang lebih baik’.

Heart Of Gold By - ethereal- forest 303

Heart Of Gold By - ethereal- forest 303

Kedua, Diam Belum tentu emas, karena tidak semua orang suka berdiam diri saat di kepalanya penuh dengan ide ide cermelang. Percayalah, menahan gagasan dan perasaan dalam sikap diam, itu sangat menyakitkan, anda seperti menahan diri untuk bernafas. Kekecawaan akan mudah timbul pada saat keadaan seperti ini. Rasa tak percaya pada pendapat orang lain yang meragukan ide kita membuat kita tidak ingin lagi bertemu bahkan berjumpa orang tersebut.

Original Quotes : Renungan singkat tentang Sikap diam.

Bayangkan, suatu hari anda dikecewakan oleh sahabat anda. Saat itu Anda sangat marah dan kesal sekali pada Sahabat anda. Saat itu Anda berharap sekali Sahabat Anda dapat mengerti bagaimana perasaan anda. Sayangnya, teman anda tidak kunjung menyadari kesalahannya. Hingga akhirnya Rasa marah, kecewa dan benci memendam begitu saja di hati anda. Dalam benak anda, saat itu anda ingin sekali mengekspresikan betapa kecewanya anda kepada sahabat Anda. Namun sayangnya, karena ‘rasa nggak enak sama temen’, akhirnya Anda pun memilih untuk diam. Hingga akhirnya rasa kecewa itu terus bersinambung dan akan meletus pada akhirnya ketika sampai puncaknya. Anda menjadi bom atom yang siap meledak. Hingga akhirnya di masa mendatang amarah itu pun tidak tertahankan lagi Bom Atom itu meledak dengan dahsyat, Setelah anda untuk kedua kalinya di kecewakan oleh sahabat anda, yang juga kembali mengulangi kesalahannya. Kesalahan yang bahkan sahabat anda sendiri tidak pernah menyadarinya, ia tidak tahu jika sikapnya selama ini telah membuat anda kecewa. Karena anda tidak pernah mengatakan letak kesalahnya.

Karena faktanya Meskipun banyak ide tidak semua orang bisa berbicara secara jelas, beruasa keras dan mudah dipahami. Yupz, Terkadang hanya karena lemah suara seseorang selalu saja di anggap pengekor untuk mereka yang pandai berbicara, meskipun terkadang ide yang dimiliki seorang pembicara belum tentu sebagus dan secemerlang orang pendiam yang selalu mendengar. Karena orang yang sulit berbicara cenderung mempersiapkan dan memikirkan ide idenya di dalam sikap diamnya.

Ketiga, Diam adalah keterbatasan seseorang untuk berekspresi. Ada kalanya orang pendiam sering sekali tidak diberikan kesempatan DAN Kebebasan Bereskpresi dengan pendapatnya. Sedangkan Eskpresi adalah suatu sikap yang ditunjukan seseorang untuk mengenalkan siapa dirinya yang apa adanya, berbicara tentang sikap, sikap bukan lah hanya pemikiran semata. Karena di dalam sebuah ungkapan ekspresi terkandung sebuah perasaan, ungkapan terpendam yang sulit ditunjukan kepada orang lain.

Kita semua tahu pada dasarnya setiap orang ingin dikenal oleh orang lain. Manusia juga ingin di dengar saat ia mempunyai gagasan. Percayalah tanpa berekspresi seseorang takkan pernah bisa menunjukan apa kekurangannya dan apa kelebihan terpendam yang ia punya. Akibatnya, Mungkin sifat mahluk hidup yang senang bersosial akan lenyap. Seperti halnya Ketika kita memutuskan untuk tidak ingin lagi bergabung dalam sebuah diskusi, karena anda tahu, sebelumnya anda tidak akan pernah diberi kesempatan untuk berpendapat. Padahal ide adalah hal penting yang wajib ada di dalam sebuah diskusi atau pun meeting.

orang yang tidak pernah mengekpsresikan ungkapannya kepada orang lain, seumur hidupnya hanya mengenal siapa orang lain, dan jauh lebih mengerti apa yang lain rasakan orang lain. Jauh daripada ia mengenal dirinya sendiri

“Diluar sana banyak orang yang hidup dalam keterbatasan serta hidup dalam kondisi yang kurang menyenangkan. Fatalnya, sebagian dari mereka banyak yang memilih berdiam tanpa melakukan apa pun”

Ya, benar. Ada kalanya kita harus berjuang untuk bisa di dengar. Jika seorang aktivis rela turun ke jalan sertga berpanas - panasan melakukan teatrikal dengan berbaring di atas aspal dan teriak - teriak sekeras mungkin menggunakan Toa hanya ingin agar suaranya bisa di dengar oleh pemerintah. Mengapa kita sebagai orang ‘pendiam’ tidak pernah berjuang memikirkan cara agar bisa di dengar?.

Diluar sana banyak orang yang tidak bisa berbicara karena tunawicara(bisu). Tetapi ada juga yang tidak bisa berbicara karena tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

Ada juga yang tak bisa mengungkapkan ide secara lisan karena alasan lainnya.

“Diam Karena lidahnya yang kaku, sehingga perkataannya menjadi kurang jelas dan sulit dimengerti. “

“Diam karena tidak bisa berbicara karena vocalnya yang tidak bisa keras, hingga suaranya mudah tenggelam saat berada di dalam sebuah perdebatan.”

Menyakitkan, adalah Satu hal yang sering dirasakan oleh orang - orang cacad vocal seperti ini. Mereka selalu mendengar tapi tidak pernah didengar.

Banyak orang diluar sana yang tidak pernah lagi ingin mengenal dunia, sehingga hidupnya hanya dihabiskan dengan berdiam diri dirumah, Tidak pernah bersosial, tidak memiliki banyak teman dan sulit untuk cair saat bergaul dengan orang lain.

Jika anda dianugrahi dengan kelebihan berbicara Jelas dan lugas maka sepatutnya anda bersyukur. Karena dengan berbicara anda bisa dengan mudah menyatakan dan mengatakan apa pun ide anda pada orang lain, tanpa harus menunggu kesempatan berbicara, tanpa harus takut suara anda tenggelam di tengah keramaian karena anda memiliki suara vocal yang keras dan mudah di dengar.

Ke empat, Diam bukan berarti tidak melakukan apa apa, diam bukan berarti bahwa seseorang ingin dilupakan dan bukan berarti juga Seseorang ingin tidak dikenal oleh siapa pun selama hidupnya. Mungkin benar jika selama ini gue sangat membenci orang yang terlalu banyak bicara bagi ku Orang yang terlalu banyak bicara hanya senang mendengar apa yang di ucapkan oleh dirinya sendiri. Memang benar tidak semua orang yang senang berbicara, tidak berarti ia tidak pernah menghargai pendapat orang lain. Itulah sebabnya kenapa terkadang guea cuek terhadap orang yang tidak menerima pendapat gue. Toh selama gue nggak pernah dengar, jadi untuk apa dia protes.

Jika anda adalah seorang yang pendiam namun sangat kaya akan ide. Percayalah di Era Sosial media seperti ini orang pendiam tidak lagi menjadi pendengar semata. Jujur saja gue adalah remaja yang sangat pendiam. Semua point yang ada di atas nyaris semuanya gue miliki.

Diam dan hanya bisa mendengar

Kenapa gue selalu Diam? By Tayuza

Foto di awal paragraf di atas adalah Ekpresi nyata gue saat mengalami sebuah dilema dimana gue terpaksa menelan pahit ide gue sendiri. Ide yang bahkan sudah gue pikirkan matang - matang di jauh hari. Yang membuat gue kesal adalah ide tersebut ditolak bahkan gue menjelaskannya secara detail. Belum dijelaskan saja sudah ditolak, apa lagi kalau sudah dijelaskan? mungkin akan berbeda ceritanya. Itulah kesalahan fatalnya. Gue nggak berani untuk berbicara secara langsung dengan mulut gue sendiri. Ya, karena gue cacad Vocal, suara gue pelan, Lidah gue kaku dan rahang gue tidak sempurna sehingga terkadang bicara ku terkesan agak cepat tapi susah di mengerti, dan berbagai macam excuise lainnya. Jika kamu pernah mendengarkan bagaimana orang mabuk berbicara, mungkin seperti itulah suara ue.

Gue pun melangkah ke salah satu ruangan kosong di sekolah dan duduk begitu saja memijat kening. Dan pada saat itulah teman gue yang sedang meminjam ponsel gue untuk bermain game, dengan isengnya gambil gambar gue begitu saja, gue pun baru menyadarinya saat melihat folder lama gue belakangan ini.

Ada kalanya gue nggak boleh menggurui orang lain, Justru Guelah yang harus belajar pada diri gue sendiri. Belajar untuk mengakui segala kekurangan gue, Belajar untuk mengakui bahwa gue adalah orang yang sangat pasif, Menyadari bahwa selama ini di sekolah pun gue tidak mengikuti eskul apa pun. Meskipun ada seperti halnya Mading dan Komputer maka sudah dipastikan hal tersebut tidak jauh dari dunia menulis dan blog. Gue menyadari gue sangat berantakan saat menjelaskan sesuatu secara lisan. Namun itulah makna dari sebuah pilihan. Ada yang suka ada juga yang membenci.

Ini adalah salah satu keadaan dimana gue sangat takut untuk mengungkapkan ide. Bahkan adakalanya gue juga sangat takut untuk bertanya , karena takut orang tersebut tidak mengerti dengan pertanyaan yang gue ucapkan.

Jika orang orang yang mengatakan bahwa pendiam itu emas, maka jawaban yang mereka punya adalah karena orang Pendiam adalah pemikir yang cerdas dan juga pendengar yang baik. Tetapi jika pendiam adalah sesuatu buruk, bahwadiam adalah ungkapan yang tertahankan Maka itu adalah sesuatu yang salah. Jadi mulai saat ini jadilah orang yang terbuka, dan Janganlah ragu untuk mengungkapkan sesuatu, jika itu demi kebaikan untuk diri kita sendiri . Next -> Dari mereka Aku Belajar, Ekspresi mereka menjadi Inspirasi ku

Original Posted By Tayusani Yuza| Admin Of @TentangGueItu


TAGS   Ekspresi blogger Indonesia /


Author

Tayusani Yuza
Mereka bilang aku galau. Aneh, aku galau tapi menikmatinya.

Recent Post

Recent Comments

Archive