Kini Cinta itu Tidak ada rasa suka, tidak ada kesetiaan, mengobral janji dan menjalani hubungan hanya sebatas mengenal status . Tidak peduli apa itu realita. Ada atau tidak ada, itu hanya omong kosong. Cinta itu kini sudah tidak ada bahkan hilang nilai sucinya. Mereka yang tidak pernah tahu dan mengenal apa itu cinta sejati kini Hanya bisa mengguyon, mengada - ngada yang sebenarnya tidak pernah ada. Membuat hal yang indah menjadi penuh dusta. Membeli sebuah hal yang tidak pernah ternilai oleh apa pun. Menjadikan kisah cinta sejati itu hanya sebatas di Sinetron. Menertawakan mereka yang memilih sendiri dalam waktu yang lama setelah kehilangan pasangan mereka.
Monogami kini menjadi sesuatu yang hina . Film dan karya fiksi yang hanya sebatas mendongeng tentang Cinta sejati. Apakah seperti itu cinta pada saat ini ?, pada saat dimana semua orang hanya peduli dengan uang. Apakah itu cinta sejati ? kini hanya omong kosong.
Lagi, Cinta seperti itukah dirimu? Love Is Money.
Di dalam sinetron, semuanya terlihat indah, selalu ada sisi kebohongan yang dibuat - buat.
Dari Harta turun ke hati ?, Cinta yang bermandikan kemewahan dan gaya hidup yang tidak biasa di tengah mayoritas kemiskinan lebih banyak dibandingkan kesejahteraan dari 200 juta penduduk. Hidup di republik ini seperti berada di tempat dimana omong kosong bertebaran di segala penjuru. Cukup klise telinga ini mendengarnya.
” Aku Cinta kamu, I love you “, apa pun mereka lakukan agar Cinta yang mereka jalin di anggap sejati, Berciuman dari bibir ke bibir yang dulu biasa dilakukan oleh pasangan suami istri kini diperlihatkan oleh bocah ingusan.
Mereka bangga Memperlihatkan kemesrahan yang tidak pantas, hingga melakukan seks diluar hubungan suami istri pun kini menjadi sesuatu yang terhormat.
Cinta dan Napsu tidak bisa bedakan lagi, uang ya, yang mereka punya hanyalah uang dan napsu bercampur gensi. Muak rasanya melihat mereka berjalan di depan umum. Seperti ingin menunjukan betapa hinanya seseorang yang memilih sendiri itu.
Seperti buah yang lupa darimana ia menggantung. Seperti lupa bahwa mereka masih hidup di sebuah negara timur. Seperti itukah dirimu ?, Cinta yang membuat seseorang bisa kehilangan masa depan dan juga kehormatannya ?. Mereka yang menanggap cinta itu indah dan laris manis, seakan - akan cinta memang bisa dibeli dengan uang. Uang dan Uang, Love is Money. Meanggap cinta itu hanya kesenangan belaka , seperti barang bekas yang bergaransi dan bisa ditukar kembali . Persetan dengan semua itu.
Cinta, mengapa ?
Untuk saat seperti ini, mereka merasa kerap kali bersedih. Menulis kata - kata tentang betapa menderitanya hidup tanpa cinta di dunia yang tidak pernah nyata, bahkan di dunia yang tidak pernah bisa ku genggam dan ku sentuh layaknya ku menggemgam sebuah apel merah. Dunia yang hanya bisa memantulkan sinar kebutaan yang menutup indahnya dunia nyata. Bahkan, jika ku mencoba memasukan Tangan ku ke dalamnya yang terjadi hanya jari - jari kulah yang menggerakan sebuah panah untuk mengklik segala macam persoalan yang dicari.
Ilusi digital ini membutakan semua. Mereka sebut itu dunia maya, dunia para pecundang bisa berkata dengan bebas, dunia dimana para orang bisu bisa berbicara lantang, dunia dimana mereka yang selalu merasa sendiri bisa terus merasa nyaman dan membuat - membuat dan mengada - ngada status percintaan.
Sosial media, disanalah mereka muncul. Mereka yang di dunia nyata merasa terpuruk akan cinta, seolah - olah bangkit dan mengobral diri atas status kesendirian yang mereka anggap menyedihkan. ” Iniloh gue !, gue benci kesendirian dan gue masih lajang “. Mereka mengobral diri mereka, seakan - akan Tuhan itu tidak ada. Mereka tidak percaya akan janji tuhan yang mengatakan ” Semua mahkluk hidup di ciptakan berpasangan. Mengapa harus resah?, mengapa membuat cinta seakan - akan sesuatu yang memang di jual laris ?. Mengapa harus membeli dan resah mencari ? jika nyatanya Tuhan sudah memberikanya, bahkan seseorang yang akan mengubah status mu mungkin sudah di persiapkan tuhan untuk menenami mu dimasa depan.
Cinta, Mengapa ?
Mereka menjual. Ya mengobral janji yang kini bahkan sudah tidak lagi di anggap hutang. Drama realita kehidupan di negeri ini hanya berisi perselingkuhan, Janji palsu, cinta segitiga, cinta segiempat, cinta jajar genjang terserahlah apa namany .Cinta yang ditunjukan melakukan apa sepertinya dan dipertaruhkan demi memperoleh buaian mimpi ala sinetron,
Para petinggi di negeri ini senang sekali berjanji, tapi sedikit bahkan tidak ada yang bisa menempati. Mereka mengaku cinta tanah air, tapi ketika sudah duduk di tempat tertinggi mereka justru lebih banyak menuntut ” Apa yang bisa diberikan tanah air tercinta ini untuk saya ? ” mereka tidak pernah berbuat apa apa pun. Bahkan berpikir “Apa yang bisa saya berikan untuk negeri tercinta ini “.
Para generasi muda, menjadikan cinta sebagai ajang coba - coba,sehina inikah?. Seperti inikah cinta yang katanya indah itu ?. Cinta yang membuat 60% gadis SMA sudah kehilangan kehormatannya ?, Cinta yang membuat 1 orang setiap hari, jam bahkan detik tewas karena HIV ?.
Berfikirkah kita bahwa Cinta bukanlah barang dagangan yang laris untuk dijual ?.
Berfikirkah kita bahwa diri kita bukanlah negara tertindas yang bisa dijajah dan dirusak oleh negara lain ?
Berfikirkah kita bahwa Status sendiri bukanlah sesuatu yang memalukan ?
Malukah kita bersedih - sedih dan mengemis Cinta di dunia maya ?
Pernahkah kita berfikir apa pun ? selain Cinta ?, Selain Status ? dan apa pun yang membuat kita sadar bahwa cinta bukanlah sesuatu yang pantas dipermainkan ?!.
“Sesungguhnya cinta bukanlah harta, hubungan dan kesenangan semata. Tetapi Cinta adalah Pengorbanan, tanggung jawab , pengertian ,pengabdian, kasih sayang untuk saling menjaga dan sebuah Rasa yang membuat kita semangat dan merasa lebih bermakna dalam menjalani kehidupan”
Sorry, Love Is Not For Sell !! Simpan saja cintamu berikan pada dia yang kau tunggu..
saya pengin bercinta….hahaha
[Reply]
pelajarmalas Reply:
Februari 15th, 2012 at 17:58
tidak bolehyh haha..
[Reply]
bagus
[Reply]
Kunjungan,mau liat tulisan lomba:)
Hmmm…
Ya…ya…ya…cinta wakil rakyat itu memang tak suci. hehehe
[Reply]
Pelajar Malas Yang Galau Reply:
Februari 23rd, 2012 at 05:39
boleh - boleh - boleh @ @
[Reply]