By Hendro On Deviantart,com

By Hendro On Deviantart,com

Ternyata Cinta itu nyata.

Story of Desember 2007

Mengapa aku selalu membelanya? Meskipun itu salah?

Tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan tentangya, meskipun aku melihat bagaimana kenyataan tentang kebenaran apa yang dikatakan orang lain, faktanya aku tidak pernah mengerti. Tidak peduli kesalahan apa yang ia perbuat terhadap ku. Tapi rasa benci itu hilang begitu saja ketika kehadirannya yang begitu berkilau, hadir di depan mata ku.“Kenyataannya aku selalu membela apa pun yang ia perbuat”

Mengapa aku selalu mengikuti segala hal yang menjadi kesukaannya?


Saat ia bercerita bahwa ia menyukai sebuah warna, benda hingga hal yang menjadi kesukaanya, secara tidak sadar dan diluar kendali. Aku selalu saja inginkan menghadirkan warna indah yang ia sukai. Selalu ingin mengajaknya pergi ke tempat yang ia sukai. Menghadirkan apapun yang bisa membuatnya tersenyum. Bahkan rela menahan diri untuk tidak membeli sesuatu hanya karena ingin melihatnya senang ?. Bahkan Saat ia mengatakan ia sangat benci pada suatu hal. Aku selalu mengiyakan bahwa aku pun membenci hal yang sama dengan yang ia benci. Inikah perasaan itu ? perasaan yang mereka bilang cinta ?, rela memberikan apa pun pada orang yang kita sayangi.

Mengapa aku selalu ingin mengenalnya lebih jauh?

Saat itu aku tidak mengenal siapa namanya, bahkan melihat wajahnya saja aku merasa hemogoblin yang mengalir membawa oksigen ke seluruh tubuh ku berhenti mengalir. Urat nadi terasa tidak bisa berfungsi dengan semestinya saat tangan ini bersalaman untuk pertama kali dengannya. Ucapannya saat ia menyapa, selalu di balas dengan suara gagap gempita yang tidak bisa dipikirkan. Merasa gugup yang berlebihan ketika ia menyapa bahkan saat ia tersenyum pun, setiap detil inci lekukannya  selalu terekam di memorie otak yang mulai merasa bodoh. Ketika sampai dirumah aku merasa ingin hari ini cepat berlalu agar esok bisa kembali berjumpa dengannya. Mengingat setiap detail apa pun yang ada pada dirinya. Wajahnya, caranya berjalan, bahkan bagaimana caranya menatap pun tidak pernah berani untuk dibalas. Inikah perasaan aneh yang mereka bilang cinta itu ?, selalu ingin tahu apa pun yang ada pada dirinya ?. Jika aku mendengar sebuah pepatah “tidak kenal maka tidak sayang”, maka kini aku tahu apa itu maknanya.

Mengapa aku selalu mengkhawatirkanya dan ingin berbagi dengannya?

Saat pacarnya Mengabaikannya, selalu saja timbul rasa ingin mendekatinya, memperhatikannya. Dan berharap bisa menyadarkannya bahwa seseorang yang selama ini ia cinta bukanlah orang yang tepat untuknya. Selalu ada rasa ingin untuk bisa didengar olehnya. Bahkan saat orang lain membuatnya menangis, selalu ada rasa ingin membela dan membalas apa pun yang diperbuat orang lain terhadapnya. Bahkan saat ia merasa sakit, maka akulah yang justru lebih merasa kesakitan tersebut. Saat ia terbaring di rumah sakit, aku rela membolos sekolah hanya untuk menemaninya di ruang inap. Segalanya aku perbuat untuk selalu ada untuknya. Meskipun ku tahu, ia tidak akan pernah menyadarinya. Inikah perasaan yang mereka sebut cinta itu ?, rasa ingin selalu menjaganya dari kesedihan. Everything just for someone.

Mengapa saat ia menjawab ia, rasa bahagia itu datang?

Pernah ku berfikir, Mengapa ia selalu tersenyum dan kerap kali kami saling tatap menatap dan ia bahkan langsung membuang muka saat itu juga. Rasa penasaran yang sering muncul seiring sikap nya yang sering memperhatikan ku dari jauh saat ku tidak melihatnya. Meskipun aku sangsi karena tidak ingin disebut terlalu percaya diri. Tapi tetap saja ada sebuah hal yang tidak pernah disadari oleh ku. Rasa ingin tahu apa yang ia pikirkan tentang ku. Sebuah pertanyaan muncul dan terucap berulang – ulang dibenak ku, “Apakah dia menyukai ku?”. Saat hati dengan mantap berkata “Sepertinya iya”, timbulah rasa ragu. “Ah, nggak mungkin dia suka sama gue, gue inikan bla bla bla nggak cocok lah buat dia yang bla bla bla …. ”. Selalu saja ada ragu bahwa diri ini sangat rendah untuk ia sukai. Tapi tetap saja, Yang terjadi adalah aku malah selalu ingin terlihat sempurna saat di hadapannya. Tepatnya saat ia melihat ku. Ingin sekali rasanya langsung bertanya, namun ketika ingin menyapanya selalu saja ada rasa grogi yang berlebihan. Inikah penyakit gila no 1 itu ?, selalu gagap untuk menyapa ?. Tapi semuanya terlihat berbeda ketika berkata “ia, aku juga menyukai mu”. Bahagianya bukan main, hari – hari yang biasa terlihat suram terasa terlihat cerah dan istimewa. Begitu semangat mengejar dan menunggu hari esok. Berharap di hari esok dia ada lagi. Ada lagi dan ada lagi.


Mengapa aku selalu ingin memperhatikannya, dan begitupun sebaliknya?

Bahkan ketika hubungan kami sudah sangat dekat. Seolah – seolah timbulah rasa saling memperhatikan, saling peduli dan saling mengkhawatirkan. Aku yang sangat malas makan kerap kali merasa lemas akibat asam lambung, selalu diingatkan untuk tidak lupa makan tepat pada waktunya. Sebaliknya juga dengan ku. Yang tidak pandai bergaul, dan mencari teman selalu menganggap ia adalah satu – satunya teman isehingga hubungan kami terkadang tidak hanya sebatas pacar dan cinta monyet belaka, melainkan lebih dari itu.

kenapa aku merasa sedih dan menyesal saat kehilanganya?

Saat ia yang ku cinta sudah lama pergi ke sebuah negara. Aku selalu merasa  ingin mengingatnya. Bahkan kerap kali mencatat ulang apa – apa yang ia pernah di katakan, nasehatnya, kata – kata penyemangatnya dan semua hal. Bahkan nama panggilan yang ia berikan pada ku sering sekali ku pakai untuk mengenangnya. Aku cukup banyak memiliki dan dekat dengan teman lawan jenis, namun tidak pernah rasanya aku grogi meskipun seseorang itu memiliki paras yang sangat cantik, sangat peduli dan selalu perhatian. Aku tidak pernah merasakan perasaan yang dulu pernah ku rasakan pada Someone. Aku bahkan sangat cuek dan tidak sedikit pun berniat dan tertarik untuk menggantikanNya. Aku tidak pernah mendapatkan perasaan itu kembali. Perasaan yang muncul saat bersama dengnarnya. Perasaan selalu ingin menunjukan apapun yang ia sukai, perasaan yang selalu mengkhawatirkannya, bahkan selalu ingin mendengar apa pun yang ia keluhkan. Bahkan aku tidak pernah ragu untuk terbuka dengannya setiap kali memiliki permasalahan agar tidak menyinggung satu sama lain.

Cinta itu sederhana.

Karena ia mengajarkan kita untuk bisa menyayangi orang lain.

Jangan pernah ragu untuk mencintai orang lain.

Ia menyuruh kita untuk tidak menyakiti, menyinggung dan juga membuat orang lain menjadi sedih.

Sungguh, Ternyata setiap orang harus memiliki Cinta.

Meskipun tidak dapat disentuh, bahkan dilihat dengan digenggam secara nyata,  Sungguh saat ia pergi. Seseorang akan sangat sengsara dan menyesal dibuatnya.

Karena Cinta bisa membuat seseorang menjadi Bahagia meskipun hidup dalam lingkungan yang tidak diharapkan.

Sungguh ternyata Cinta telah membuat hidup ini menjadi Damai. Karena dengan Cinta seseorang rela berbagi tanpa harus mengharapkan imbalan.

Love is simpathy. Kita tidak akan pernah menyadarinya betapa berartinya ia, sebelum  itu menghilang dari kehidupan kita.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Jangan ragu buat klik
  • Facebook
  • TwitThis