Galaunya masa muda ku

Apa bedanya sensasi main Game online dengan Playstation?

29 Aug 2013 - 18:35 WIB

Apakah Game online itu sama dengan Playstation?. Apa bedanya dengan main game di komputer biasa?.

Normalnuya remaja akan menilai Game online itu benar - benar seru dan berbeda. Disana para pemainnya menciptakansebuah karakter dan Ia menghidupkannya. Disana kita menentukan tingkah laku si karakter selama di dunia online. Namun tujuan utamanya adalah mengejar level. Level ini ibaratnya seperti pangkat pada jenderal kepolisian atau nilai raport. Jadi Sebelum menjadi seorang jenderal tentunya seorang harus jadi perajurit dulu dengan banyak latihan fisik dan sebagainya. Sama seperti Sekolah, sebelum naik kelas si murid harus belajar dan ikutan ujian dulu.Nah Begitu juga dengan game online. untuk naik dari level nol ke level tinggi tentunya si Pemain harus sering - sering online. Nah, Sistem seperti inilah yang bikin seseorang apa lagi remaja ketagihan main game online. Dan game online sejenis ini sekarang sudah masuk ke smartphone dan juga tablet mungkin akan lebih banyak lagi korban - korbannya.

Game online nggak melulu Remaja, siapa saja pemainnya?

http://www.komhukum.com/apt-techno/42kecanduangame.jpg

Para Orang dewasa yang sudah bekerja bahkan sudah berkeluarga

YA Jangankan remaja, Orang yang udah berkeluarga pun banyak yang masih main game online dan saya sering ngeliat fenomena ini. Setiap sore para karyawan sama seperti anak SMP yang pulang Sekolah main dulu. Sehabis kerja mereka gak pulang ke rumah tapi ke warnet dulu. Bergadanglah mereka di warnet nginaplah hingga subuh. Tapi itu tidak setiap hari.

Bahkan saya pernah liat ada seorang Bapak dan Anaknya asik aja Main game online bareng di warnet dengan komputer sebelahan. Bingung juga liatnya, entah harus ketawa atau justru prihatin. Hanya bisa berdoa semoga saya nggak jadi Ayah yang seburuk itu di masa depan

Mahasiswa

Banyak sekali mahasiswa yang menjadikan warnet layaknya tempat kostan. Setiap hari sampe bosen saya juga lihatnya. Lagi - lagi dia yang tidur di depan komputer. Ada yang sampai nggak kuliah - kuliah atau pun nggak Sekolah - sekolah dan menjadikan game online sebagai pelarian rasa depresi seperti saya kala itu. Akhirnya banyak yang jadi mahasiswa abadi. Atau jika normalnya sudah menikah mereka masih berkutat dengan game online.

Pelajar S3 ( SMA, SMP SD )

Biasanya pada jam pulang Sekolah anak - anak SMP dan SMA lebih mendominasi. Tapi ketika jam sepulang sekolah tiba para seragam merah pun mendominasi. Walau kadang mereka juga suka nongol pagi - pagi nungguin komputer kosong di pagi buta. Dan salah satu dari mereka adalah saya.

Kok bisa sih game online ngabisin duit jutaan rupiah?

Di dunia game online. Nggak cuma ngejar pangkat dan juga level disana juga mengejar kekayaan dengan memiliki mata uang game dan barang virtual sebanyak mungkin. Dan itu bisa di uangin. Dengan kata lain bisa dijual dalam bentuk Rupiah. Dan harganya bisa jutaan. Selain itu ada istilah Item Mall mirip google playstore yang menjual aplikasi secara online online. Item mall ini menjual barang - barang virtual yang dibutuhkan selama main game. Dan membelinya pakai mata di dunia nyata ( Rupiah ).

Bisa dibilang tidak ada bedanya dengan Judi.

Harga barang virtual itu biasanya dibeli dengan voucer. Voucher game online sendiri mirip dengan voucher yang biasa kita gunakan untuk mengisi pulsa selular. Digosok dan dimasukan kodenya di website. Tapi bagusnya dulu voucher game online hanya bisa ditemukan di warnet - warnet tertentu dan agak susah menemukannya. Tapi sekarang, justru sebaliknya sangat mudah karena di minimarket seperti Indomart sekarang sudah menjualnya. Dan voucher game online selalu diburu oleh para gamer - gamer yang rata - rata remaja. Saya sendiri dulu sering kehabisan jika jual voucher game online karena langka.

Dan sekarang game online sudah merambah ke smartphone dan tablet. Tidak melulu game kelas berat. Tapi juga sudah merambah ke game ecek - ecek seperti game - game di facebook yang juga menerapkan sistem Item Mall. contohnya adalah Perjuangan Semut lumanyan yang menurut pandangan saya lumanyan jadi fenomena dan nyedot perhatian. Game online jenis ini bisa dimainkan nggak cuma di Komputer tapi juga di Tablet/ Bahkan bisa jadi akan muncul juga untuk Smartphone. Dan pemainnya tidak cuma remaja laki - laki tapi juga para gadis. Biasanya setelah ketemuan di game mereka akan saling nge-add untuk kenal lebih deket dan tentuin waktu kapan mau main bareng lagi.

Apakah harus beli item mall?

Sebenarnya tidak perlu tergantung yang main mau beli apa nggak.Tapi bagi remaja remaja labil seperti saya yang ingin terlihat hebat di mata mata teman saya, apa pun pasti dilakukan. Ya, game online bisa dibilang lebih buruk dari playstation.

Seperti apa sih tingkah laku para gamer dibawah umur?

http://bandungekspres.com/id/wp-content/uploads/2013/01/kecanduan-game-online.jpg

Mayoritas para pemain game online yang sudah tahap kecanduan memang akhirnya jadi ketagihan dan tidak realistis dengan dunia nyata. Sekolah pun menjadi terganggu. Kalau mahasiswa kuliahnya yang terganggu. Saya pun awalnya mungkin hanya main 1 Jam, tapi siapa sangka melihat teman - teman saya sering membicarakan game online terus di Sekolah. Saya pun akhirnya benar - benar jadi gamer yang biasa online diatas 8 jam setiap harinya. Sampai akhirnya pernah juga main sampe 24 jam. Untung saya nggak tewas karena kelelahan. Karena kasus gamer tewas karena kelelahan sangat banyak di negara game online berasal, seperti korea selatan, Jepang dan china.

Mereka kerap berbicara dengan bahasa yang kasar, tidak ragu menybut nama - nama alat kelamin, nama binatang dan hal parah lainnya. Mereka yang memiliki karakter dengan level tinggi biasanya akan di pandang terhormat.

Tidak sedikit Sering membolos dan ketinggalan pelajaran Sekolah hal tersebut tergantung bagaimana apakah si anak tersebut benar - benar mendapatkan perhatian dari orang tua atau justru kecolongan dan sering dibohongi sang anak.

Anak yang biasanya terlihat nurut siapa sangka tau - tau bisa jadi suka bolos.

Kalau bicara Prestasi belajar. Saya justru sering bertemu dengan teman yang suka bolos tapi prestasi dan nilai selalu bagus di Sekolah. Tapi itu sangat langka. Yang biasanya terjadi sih pretasi langsung mendadak anjlok.

Saya mungkin pernah masuk 10 besar.Jangankan masuk gara - gara game online jangankan 10 besar. Bisa datang ke Sekolah dan mengerjakan Soal saja sudah jadi hal yang perlu disyukuri. Try out menjelang ujian nasional pun tidak ikut alhasil UAN pun lulus dengan nilai yang tipis dan nyaris tidak lulus. Dan orang tua saya tidak pernah tahu. Karena orang tua saya cenderung yang tidak begitu memperhatian kehidupan Sekolah.


TAGS   game online / playstation /


Author

Tayusani Yuza
Mereka bilang aku galau. Aneh, aku galau tapi menikmatinya.

Recent Post

Recent Comments

Archive