Galaunya masa muda ku

Indonesia jadi tuan rumah Miss world, siapa yang paling diuntungkan?

4 Sep 2013 - 00:39 WIB

Penyelenggaraan Miss world Universe tidak jauh beda saat konser Lady Gaga . Kembali menuai protes dan kecaman dari Ormas. Ya siapa lagi kalau buka FPI, MUI dan lembaga keagamaan. Meskipun Pemerintah sendiri sudah menyetujui izin di selenggarakannya kontes kecantikan itu di Indonesia.

“Miss world itu merendahkan martabat perempuan, tidak sesuai dengan budaya ketimuran Indonesia, merusak moral generasi bangsa” dan berbagai alasan pun di ucapkan oleh para pengujuk rasa yang dilakukan para Ormas. Meskipun akhirnya panitia penyelenggarakan akhirnya setuju untuk mencabut sesi Bikini yang biasanya kerap memamernya bentuk tubuh wanita yang hanya memakai pakaian dalam. Yang juga sebelumnya harus membuat perwakilan Miss Universe dari Indonesia di tahun - tahun sebelumnya, harus bertelanjang di depan umum dengan Bikininya.

Berita penolakan dari ormas ini pun benar - benar masuk ke dalam beberapa media pemberitaan dunia. Sebut saja Dailymail yang menulis judul Miss World Cancelled? Indonesian Clerics Protest Beauty Pageant On Religious Grounds.

Berbagai pendapat dari beberapa tokoh pun mencuat. Jika ditanya apakah Miss World ini murni hanya kontes kecantikan belaka?.

Liliana Tanoesoedibjo ( Istri dari Harry tanoesoedibjo ) yang juga menjabat sebagai Chairwoman of Miss Indonesia Organization. Megungkapkan “Miss worldbukan hanya mengandalkan kecantikan, melainkan juga inner beauty dan jiwa sosial”. Begitu pula dengan Hetifah Sjaifudin anggota Komisi V DPR RI-FP Golkar, Mengatakan bahwa Miss World bisa menginspirasi perempuan Indonesia untuk berkepribadian sopan, berpenampilan menarik, dan mampu berbicara dengan baik.

Tapi adakah keuntungan yang di dapat Indonesia jika Miss Universe benar - benar diselenggarakan di bali pada di Bali, 4 15 September dan di Sentul, Bogor 28 September mendatang?.

Miss World sejak tahun 1951 memang dibumbui Kontroversi. Bahkan bisa dibilang hanya berbau Bisnis Belaka yang tentunya bukan sebatas kontes cantik - cantikan belaka. Logikanya tidak lain sebenarnya seberapa banyak uang dihasilkan jika event kelas dunia di adakan di suatu Negara.

Seperti diketahui bersama. Tahun 2012 misalnya, siapa yang tak kenal china?. Salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi serta jual beli yang meroket dengan berbagai produksi barang tiruannya ini akhirnya terpilih negara tuan rumah di adakannya Miss World 2012. Saat itu China stengah ketir dengan kasus korupsi dan memburuknya bisnis properti akibat krisis pinjaman swasta sehingga banyak kalangan menilai diadakannya Miss World di china kala itu adalah untuk sekadar citra belaka dan keuntungan belaka. Bahkan kabarnya saat itu kabarnya China menyogok jutaan USD agar Miss China Wenxia Yu benar - benar dinobatkan sebagai Miss World 2012.

Apakah kunjungan Turis ke Indonesia akan meningkat?

Jika tujuannya untuk mengenalkan Indonesia dimata dunia. Maka tidak akan jauh dengan kunjungan turis. Indonesia semakin dikenal? tentu saja. Acara ini selenggarakan ke 140 negara. Dan siapa pula yang tidak tahu Miss World?.

Apakah Indonesia akan tetap dikenal jika Miss world jadi diadakan?

Sebenarnya tidak diadakan sekalipun Indonesia tetap terkena Imbasnya. Misalnya saja jika Miss world di Indonesia benar - benar batal sudah pasti media pemberitaan di seluruh dunia akan ramai - ramai ikut memberitakan Indonesia. Para pengguna twitter, facebook dan forum - forum pun ikut memperbincangkan. Ya dengan dibicarakannya Indonesia dimana - mana. Bisa jadi tidak sedikit pula banyak masyarakat dunia yang mencari tahu seperti apakah Indonesia itu. Kenapa Negara Seperti Indonesia bisa menolak Miss World 2013.

Siapakah Pihak yang paling di untungkan ?

Apakah pemerintah Indonesia?. Ya bisa jadi kalau sajaExclusive Patner yang akan memiliki hak siar penuh itu adalah TVRI.

Melihat dari yang sudah - sudah. Seperti halnya Times of India Group, yang juga memiliki akses dan hak untuk meliput Miss India 2003, kala itu Julia Morley sebagai Chairwoman of Miss World Organization sukses meraup keutungan hingga melampaui 450 juta USD atau 4,5 Triliyun. Bayangkan jika hal serupa terjadi pada MNC Group?. Sudah pastiLiliana Tanoesoedibjo sebagai Chairwoman of Miss World Organization yang juga Isti dari Bos MNC Group. Pastinya akan kebanjiran duit. Tentu saja keutungan itu tidak akan masuk ke kas negara. Kecuali TVRI yang notabennya punya pemerintah RI benar - benar menggantikan MNC Group barulah keutungan tersebut masuk ke negara.

Produk yang menjadi sponsor

Terry Palmer sebagai produsen handuk terbesar di tanah air pun bekerja sama dengan Sponsor Miss world 2013. Ya tentu saja tidak lain tidak bukan untuk meraup keuntungan pasar juga. Apa lagi pasar Indonesia ini ibaratnya empuk banget. Masyarakatnya cenderung konsumtif. Terjajah oleh produk luar betul. Terry Palmer ini benar - benar ingin mengikuti jejak Sunsilk produk shampo yang ‘berkat’ Miss World mampu menguasai pasar Shampo di India sebesar 60%. Sudah pasti ujung - ujungnya duit dan bisnis lagi.


Sebenarnya Miss world itu penilaiannya benar - benar murni kecantikan dan nilai jiwa sosial nggak sih?

Salah banget. Secara kasarnya saja, sebenarnya yang benar - benar menilai itu kencaitkan wanita tersebut di mata pria itu sendiri. Sebenarnya secara ‘ngga’ langsung, dan nggak munafik juga hal yang bener - bener paling ditunggu - tunggu dari Miss World ini sendiri adalah Bikini - bikinian juga. Selebihnya yah cuma embel - embel pintar, jiwa sosial, budaya dan sebagainya.

Kalau tidak percaya gampang banget tinggal liat gambar diatas. Lihat deh misalnya peserta dari Afrika yang kulitnya benar - benar gelap. Tahu atau pura - pura nggak tahu orang terlanjur menilai cantik itu putih. Bahkan cantik itu putih juga nyatanya udah terlanjur melekat sebagai tolak ukur kecantikan. Secara tidak langsung yang pilih itu yang sesuai mata dan yang paling bikin nafsu aja.

Sebagai cowok, Lo yakin yang gelap menang? Mata lo perlu di operasi

Bikini di tiadakan di Miss world Indonesia?.

Mau ada kek, mau nggak ada kek. Penilainnya tetep sama. Payudara, pinggang, dan pinggul sama Jurinya akhirnya dijadikan tolak ukur juga ujung - ujungnya. Yang dipilih ujung - ujungnya yang memiliki ukuran ideal juga. Jadi ya munafik banget kalau yang dinilai cuma Jiwa sosialnya aja. Karna pada dasarnya setiap orang punya Jiwa sosial di hati nuraninya. Dan menurut gue kecantikan itu memang nggak bisa dinilai dengan fisik belaka.

Kalau ada yang bilang Dibalik Pria yang sukses ada Perempuan yang hebat. Saya setuju banget. BahkanDi Balik presiden yang hebat pun ada Ibu negara yang juga nggak kalah hebat, bayangkan jika Presiden punya Istri yang nggak baik, misalnya menghasyut Presidennya untuk korupsi. Ya sudahlah ujung - ujungnya korupsi juga presidennya. Hancurlah negara. tanpa perempuan yang baik dan hebat sebuah negara juga tidak akan menjadi lebih baik.

Jika dibeberapa agama mengajarkan agar wanita menutup auratnya kecuali pada muhrimnya ( Suami, Ayah, Ibu saudara dll ), itu tujuannya baik untuk menghormati harga martabat wanita itu sendiri. Bukan cuma Islam kok yang mengajarkan Untuk menutup auratnya. Bahkan sebenarnya budaya untuk Bersopan santun dalam berpakaian sudah ada sejak dulu bisa dilihat dari berbagai pakaian tradisional dari berbagai negara. Menandakan orang zaman dulu itu menghargai betul wanita.

Kesopanan baik dari Budaya maupun agama.

Miss world? Nggak ada bedanya menjadikan ‘Wanita’ sebagai pajangan yang di belakangnya banyak pihak saling berbisnis untuk mendapatkan keuntungan. Secara kasat mata pun sudah jelas kenapa Indonesia dipilih sebagai tuan rumah?. Karena Indonesia adalah pasar yang besar sama seperti China dan juga India. Terlebih lagi di ASEAN, negara mana yang tidak mengakui Indonesia adalah pasar yang empuk untuk jualan.

Logikanya

Ketika yang belum tahu Miss world cari tahu di Internet atau mereka yang penasaran lalu ngetik

Miss world emang diadakan tanpa bikini. Tapi para penonton dari Indonesia yang bisa jadi anak kecil dan remaja yang sekarang ini sudah akrab dengan internet. Biasanya sih akan search langsung tuh di Internet tentang Miss world. Eh munculah para konstestan yang pake bikini. Yah jadinya nggak ngaruh juga sih pake bikini atau enggak. Tapi saya pribadi berpendapat kalau tidak menguntungkan bahkan sama sekali tidak memberikan pemasukan untuk negara ya buat apa dong?. Soal turis saya kira meskipun misalnya nanti di batalkan dan seluruh dunia memberitakan itu , ya masyarakat dunia juga akan tahu dengan sendirinya. Ketika baru mendengar ada sebuah Negara bernama Indonesia. Mereka akan cari tahu sendirinya apa itu Indonesia apa di Internet segalanya serba mudah. Yang untung sepihak, yang jualannya laku. Nggak mungkin ‘mereka’ mau sedikit menurut untuk mengadakan Miss world tanpa bikini jika tidak ada Keuntungan yang mereka ambil dari ‘Gila’ -nya yang bisa mereka sedot di pasar Indonesia.

Biasanya sih bakalan rame yang berkata “Alah munafik, sok suci luh, sok agamis luh bla bla bla” haha, Sorry , disini saya tidak bicara agama. Jadi jangan ada munafik di Antara kita.

“Masalah moral, Masalah Akhlak Biar kami car sendiri , Urus saja moral mu , urus saja akhlak mu…” - Iwan Fals

Refrensi dan sumber




TAGS   Miss world Indonesia / Miss world 2013 / Keutungan Miss World 2013 /


Author

Tayusani Yuza
Mereka bilang aku galau. Aneh, aku galau tapi menikmatinya.

Recent Post

Recent Comments

Archive