Galaunya masa muda ku

Startbucks stasiun Kota : “Belajar banyak tentang Kopi dan Sejarah”

30 Aug 2014 - 12:42 WIB

Kehadiran Starbucks di stasiun kota seolah menyatu dengan bangunan tua yang sudah ada. Jendela tua , kursi dan meja kayu yang dibuat sewarna, begitu juga dengan lampu - lampu yang menggantung dibuat menyala dengan sinar oranya nya seolah menyihir seakan - akan tempat yang gue datangi ini bukanlah di Indonesia.

Gue pun perhatikan fasilitas yang ada disini. Free wifi menjadi hal yang utama. Ok disini tersedia. Lalu melirik pula mata ini ke berbagai penjuru ruangan. Dan Ok, colokan juga ada. Lalu kursi - kursi , sofa , meja panjang berbagai sudut juga membuat gue kembali meangguk setuju bahwa Starbucks di Stasiun kota ini asik banget.

Biasanya Starbucks hadir di wilayah - wilayah tertentu aja, seperti Bandara, wilayah perkantoran, tempat - tempat yang dipenuhi gedung - gedung pencakar langit dan juga di rest area jalan tol. Dan kehadiran Starbucks di Stasiun kota menurut gue sangatlah janggal. Karena sangat jarang aja. Stasiun kereta gituloh. Transportasi kereta kan belum bagus - bagus amat, belum begitu bagus baik sarana, prasananya maupun mental penggunanya itu sendiri. Tapi ternyata ada tujuan mulia dibalik berdirinya kedai Starbucks di Stasiun Tua. Kata PR nya sih selain ingin menyatukan diri dengan peninggalan bersejarah juga ingin menggiatkan kembali gerakan berkunjung ke Museum.

Ayo ke museum adalah program kerja sama antara Starbucks Indonesia dengan Diretorat Pelestarian cagar budaya. Lewat kerja sana ini, disini pengunjung yang datang ke Starbucks seluruh cabang bakal dapet tiket gratis buat mengunjungi beberapa museum ( Syarat dan ketentuan berlaku). Oh iya tiket Museum nya tentu nya akan disesuaikan dengan kotanya loh. Misalnya kalau kamu ke Starbucks-nya yang di bandung maka tiket gratisnya adalah kebeberapa museum yang ada di Bandung ,berhubung gue di Jakarta ya dapetnya ke beberapa museum di jakarta.

Well hari itu sebenarnya kunjungan gue ke Starbucks, Stasiun Kota karena diajak sih sama Abang- abang, tante- tante di Blogger Reporter ID, jadi disana selain nikmatin kopi kita juga sekalian kopdar juga ya berhubung kangen juga sih gue hehe. Disana kita nggak cuma ngopi doang kok kita juga di suguhin banyak pengetahuan baru baik tentang Stasiun kota tua itu sendiri dan udah pasti pengetahuan tentang kopi itu sendiri.

Mas Erick lagi praktek Ritual hariannya para pegawai Starbucks sebelum kerja

Disini gue baru tahu, ternyata ngopi itu ada seni-nya. Sering nggak kamu ngeliat bagaimana para pecinta kopi itu ngopi?.Jujur gue sering banget liat. Contohnya adalah Bokap gue sendiri yang suka banget ngopi. Nah, bokap gue kalau ngopi biasanya nggak pernah sampe habis. Apa lagi kalau kopinya udah dingin. Males banget. Malah nggak diminum ama babeh gue.

Bagaimana sih cara ngopi yang bener dan berkelas bin ber-Seni?

Ternyata ngopi yang bener itu guys. Pertama , dicium dulu aroma nya. Dan menurut mas Erick, setiap orang punya penciuman sendiri - sendiri terhadap aroma si Kopi. Kopi yang hari itu di testing adalah Kopi Sumatra, dan gue bener - bener suka Aroma- nya. Well, berhubung gue bukan orang yang suka ngopi gue agak kaget waktu tau rasanya Pahit.

“Pahitnya kopi adalah penyeimbang kehidupan”, ujar Mas Erick , “Hidup itu kadang seperti Kopi Pahit, dan dari kopi-lah kita belajar menikmatinya” Gila bener deh keren bener kata - kata yang terlontar oleh mas Erick. Disini gue tahu bagaimana seorang pecinta kopi menjalani hidup.

Ternayata nikmatin kopi itu nggak langsung di tenggak abis - abisan kaya elo minum air putih. Tapi diseruput dikit - dikit, lalu biarkan meresap keseluruh rongga rahang ketika masih hangat - hangatnya. Dan yes itulah seni minum kopi. Setelah itu jangan lupa diselingi juga dengan kue seperti biskuit atau Bolu yang manis. Maka disitulah pahitnya kopi jadi bercampur dengan manisnya cara si Kue tadi.

Jangan tanya gue tulisan di atas artinya apa

Nggak odol maksudnya nggak afdol kalau nggak foto- foto

Dibawah ini ada sebuah intinya sih papan bergambar gitu, dan ini katanya dibuat hand - made loh. Dan dibawah ini adalah semacam syarat - syarat kriteria bahwa kopi itu layak disebut ‘berkelas’

Asiknya pegawai di kedai ini asik - asik dan murah senyum loh. Nih buktinya. Kalau kamu punya pertanyaan seputar kamu jangan sungkan bertanya pada mereka. Di jamin mereka bakal ngasih tau secara blak - blakan tentang fakta kopi, yang bisa jadi sebelumnya belum kamu tahu.

Kece - kece ya?

Berbagai jenis makanan disini nggak cuma ada kopi doang ga

Salah satu foto seorang petani biji kopi yang menarik perhatian gue

Ukuran yang bisa kamu pesen

Jendela yang masih sama dengan desain aslinya

Sofa buat nongkrong

Bikin kopi? kita jago nya

Dan gambar dibawah ini adalah

Katanya sih tulisan di papan ini menceritakan tentang proses dan jenis - jenis kopi. Baik dari tingkat kepekatannya maupun tahap pembakarannya. Semakin ke kiri itu semakin sebentar di bakarnya. Gue lupa sih padahal udah nanya ini itu sama Mas Agung.

Selfie with Masbro Agung

Banyak hal gue tanya seputar kopi tentang Mas Agung. Ya berhubung perut gue ini sering banget bermasalah dengan yang namanya Kopi karena gue punya penyakit lambung yang nggak bisa diajak kompromi. Kata Mas Agung setiap pengunjung yang datang di Starbucks ini biasanya bakal ditanya dulu suka ngopi apa enggak. Karena biasanya kalau masih pemula nggak bisa sembarangan kopinya harus disesuaikan.

Tingkatan kepekatan kopi

Gambar di atas itu menceritakan tentang kelas kepekatan kopi ga’es. Jadi biasanya semakin orang itu suka ngopi kopi nya biasanya semakin Dark. Sedangkan pemula lebih di saranin yang Medium.

Nah diluar itu gue nanya juga tentang seputar kopi yang gue tau.

“Bener nggak sih kopi itu bisa bikin orang susah tidur alias melek terus contohnya mahasiswa nih yang sering bergadang?” jawabnya adalah “Oh itu sih Sugesti”. Jawabnya ternyata kopi bikin orang susah tidur tuh cuma Sugesti ga’es karena ada juga orang yang ngopi tapi tetep aja ngantuk.

“Kenapa sih kopi bisa asem? itu karena kopinya ada karena ada proses yang bikin si kopi jadi asem?” jawab Mas Agung adalah “Oh itu karena proses eksternal yaitu dari Air nya” ada juga proses yang bikin kopi itu asem yaitu entah gue lupa bahaha lanjut.

Cara minum kopi yang bener. Berhubung udah di beberkan di awal tulisan jadi nggak perlu gue jelaskan lagi. Dan sebenarnya banyak yang gue tanya ke Mas Agung seputar kopi. Terutama tentang gambar Hand-made seputar kopi yang terpampang itu. Well gue pun akhirnya memesan kopi dan bener aja gue pun ditanya biasa ngopi apa enggak. Karena gue mengecap diri gue sebagai orang yang sangat pemula dalam urusan ngopi gue pun memesan sesuai yang di rekomendasikan Mas Bessie. Yeah,Ice Java Coffea ditambah tamburan Choco di atasnya. Sesuai banget dengan selera gue.

Sesuai dengan yang gue mau!

Ah, yang megang boneka itu gue , tapi gue bisa jelaskan.. photo byYuri No Hana

Mau ke meseum gratis?

Hadirnya Stabucks di Stasiun kota bukan aja sebagai tempat persinggahan untuk kamu yang baru aja menempuh perjalanan jauh naik kereta tapi juga tempat untuk mengenal lebih jauh tentang Kopi dan juga sejarah Stasiun kota ga’es. Well semoga postingan ini bisa memberikan informasi lebih buat kamu yang mampir ke Starbucks Stasiun kota, ya kalau bisa sih ajak - ajak gue ya haha.


TAGS   Starbucks Stasiun kota /


Comment
  • Ahmed Tsar 3 years ago

    setiap baca tulisan Mas Yuza, nggak kerasa rau2 udah habis ajah soalnya seru banget nih tulisan…

  • Goiq 3 years ago

    waah seru yaah.. Dan Starbucks tambah mudah di cari dimana-mana..

Author

Tayusani Yuza
Mereka bilang aku galau. Aneh, aku galau tapi menikmatinya.

Recent Post

Recent Comments

Archive