Galaunya masa muda ku

From Galau To Move ON : Nikmati Masa muda Lo sebelum kadaluarsa

10 May 2014 - 17:59 WIB

Move ON, Setiap orang punya arti Move On nya masing - masing.

Anak muda, remaja dan manusia transisi usia 20 tahun. Gagal Move ON selalu di identikan dengan teringatnya seseorang yang amat dicintainya di masa lalu.

“Lumpuhkanlah ingatan jika itu tentang dia” dari Geisha atau “Terlintas keinginan ku dapat, hilang ingatan agar semua terlupakan. Letih disini ku ingin hilang ingatan” by rocket rockers.

Tak ada yang lebih melelahkan daripada terus mengingat orang yang sama selama bertahun tahun. Ada saja alasan mengapa Orang yang bahkan tidak bisa lagi kembali dalam kehidupan kita itu sulit untuk kita lupakan. Entahlah apakah diri kita ini yang terlalu buta atau mungkin terlalu seringnya kita berkata bahwa kita masih menyanyangi pada orang itu. Meskipun ada sebuah alasan yang tidak Enak untuk dikenang yang menjadi penyabab kenapa kita dan orang itu akhirnya harus berpisah. Ya, seharusnya itulah yang menjadi alasan bagi kita untuk melupakan orang itu. Toh jika semuanya kembali pun semuanya tidak akan sama seperti dulu lagi.

Seorang JK Rowling penulis serial Harry potter, setelah sukses dan kaya raya berkat mendunianya Kisah Harry Potter. Bisa saja memutuskan untuk menikah lagi. Tapi ternyata enggak tuh. JK Rowling tetep asik mengurusi Anak satu - satunya dari kehidupan sebelumnya seorang diri. Toh sekarang dia udah punya segalanya.

Move On menurut manusia yang dinobatkan sebagai blogger tergalau 2013 oleh teman teman nya ini, adalah tentang mengubah cara pandang hidup yang lama ke arah sebuah cara pandang hidup yang lebih luas dalam menghadapi segala sesuatunya. Ya Bongkar kebiasaan lama !. Bukan lagi perkara mencari pengganti untuk sosok yang sudah lama hilang.

Galau dan Gagal Move ON itu..

Perasaan aneh tak menentu, perasaan yang sangat sulit dijelaskan dengan kata kata, kerinduan yang mendayu - dayu semangat berkarya yang naik turun. Melankolis tak berujung dan mati langkah lalu hilang arah. Merasa sepi ditengah keramaian. Merasakan hari hari demi menjadi sangat hambar. Kebingungan hebat sering melanda. Sekali saja ia datang. Jiwa pun terguncang dan membuat seorang anak muda tak tahu harus bergerak ke arah mana

Cinta - cintaan itu kejam, Rasa bahagia yang tercipta cuma sesaat tapi perpisahan dan melupakannya itu jadi sesuatu yang sulit bahkan bisa terkenang - kenang terus sampai seumur hidup.

Dalam hidup kita akan bertemu dengan berbagai jenis manusia dengan beraneka ragam sifat dan golongan. Namun setiap dari kita pasti akan berjumpa dengan salah satu jenis golonganmanusia yang kehadirannya sangat berarti bagi hidup kita.Ya, manusia yang wajib ada.Yang kehadiran memberikan rasa bahagia. Dan kehilangannya akan membuat kita benar - benar merasa sangat kehilangan.Bak Sayur tanpa garam, Nobita tanpa doraemon dan Sepasang sendal yang hilang sebelah entah kemana.

Orang kita cintai yang harus berpisah dengan kita, adalah orang yang pernah berbuat dan meninggalkan banyak kebaikan untuk kita.Sehingga sulit bagi kita untuk melupakannya. Namun sayang, ketika perpisahan itu terjadikita mungkin belum sempat untuk membalas semua kebaikannya. Hingga timbul rasa penyelasan karena kita belum sempat membalas semua kebaikannya.

Anak muda itu harusnya sekarang sedang asik - asiknya menikmati masa - masa paling tak terlupakan. Lagi bebas sebebas elang yang sedangb erpetualang ke berbagai tempat yang jauh, Sedang menyelam ke dalam lautan yang dalam bak ikan paus, menjelahi dunia yang tak pernah dilihat sebelumnya, traveling terus kemana - kemana. Merasakan sensasi ketika gelora darah muda meletup - letup tak terkendali, ada aja rencana - rencana seru untuk menikmati hari esok. Berusaha Berkarya sebanyak banyaknya dan juga berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain. Melakukan banyak hal yang positif. Puas puasin belajar, bergaul, mencari ilmu dan semua hal yang hanya bisa dilakukan ketika muda.

Karena ketika seorang pemuda berkata Luas dunia akan ku arungi segalanya masih sangat mungkin untuk ditaklukan. Sedangkan orang tua?. Sudah sangat tidak mungkin lagi. Karena segalanya power nya sudah dihabiskan ketika masa muda nya dulu.

Tapi itukan kata mereka yang udah tua. Kenyataannya..

Yang terjadi pada anak muda saat ini…

Percintaan justru hadir seolah - olah sebagai harapan terakhir. Membuat masa - masa paling bersemangat berubah menjadi saat saat dimana seorang anak muda tidak tahu harus berbuat apa -apa. Kesedihan , galau dan berkata kata tak jelas dimana logikanya.

Akhirnya?. Facebook, twitter, dan segudang manfaat teknologi hanya digunakan sebagai media bersedih - sedih ria. Ya kita patut bertanya. Secengeng inikah kita?.

Cara Move On, galau dan kawan - kawannya pertanyaan yang selalu mereka ditanyakan di twitter.

Ya, aneh. Sekarang ABG - ABG dan anak2 muda bau kencur justru disibukan oleh masalah percintaan, perjodohan dan kawan - kawannya. Di timeline twitter maupun facebook setiap harinya ada saja (malah tidak ada habisnya) yang berteriak Aku tersakiti, kamu menyakiti aku , kamu enggak peka dan semua hal lebay dan nggak perlu yang bahkan tidak sesuai dengan waktunya. Membuat tweet tentang betapa sakitnya cinta di pagi hari. Ketika orang - orang baru saja membuka matanya. Bodoh banget bukan?.

Tweet dengan kata Aku tersakiti akan muncul setiap 1-5 menit sekali -__-

Ga peka -_- Dalam 1 menit bisa muncul 20 orang yang menuliskan kata ga peka

Setiap hari lagu yang diputar pasti Lagu cinta, lagu cengeng bermelankolis sambil berdiam diri meratapi hubungan cinta yang tak jelas bentuknya. Drama Korea yang cengengnya keterlaluan. Yang membuat mereka yang menontonnya. Merasa diri ini sebagai orang paling menyedihkan di muka bumi.Sungguh Soekarno pasti akan menarik ucapannya jika beliau masih hidup hingga zaman ini.

Beri aku 1000 orang tua. Maka aku akan… Galau setiap hari karena aku hanya butuh seorang pemuda yang mencintai aku apa adanya.. prettt..

MOVE ON? Pacaran lagi? Think Again

Banyak anak muda yang mengatakan kalau MOVE ON itu adalah mencari seorang pengganti. Pasangan baru. Dan menjalani hubungan / pacaran lagi dengan sosok yang baru. Padahal yang namanya pacaran jelas hanya sebatas ajang cocok atau tidak belaka. Tak ubahnya seperti mencocokan ukuran sepatu dengan kaki saat kita membeli sepatu.

Kita mungkin kadang suka memaksa agar sepatu yang ingin kita beli muat dengan kaki kita. Tapi apa daya kalau ukurannya sepatunya terlalu kecil tidak cocok ya udah enggka cocok aja. Enggak bisa dipaksakan.

Ya, begitu juga dengan yang namanya pacaran yang tidak ada bedanya dengan ajang pencocokan, Ga lebih cuma sekadar uji coba cocok apa enggak . Ga cocok sama si A coba lagi dengan si B. Ga cocok lagi dengan si C coba lagi dengan si D. Tapi apa iya kita rela jadi bahan uji coba cocok atau Enggak?.

Sepertinya udah saatnya kita ubah istilah Move On dengan sesuatu yang bukan lagi masalah percintaan semata. Pasalnya jika kita hanya memandang Move On sebatas penggantian sosok pacar lama ke pacar baru. Kalau begitu Apa bedanya kita dengan keledai yang terus jatuh di lubang yang sama?.

Jika kita pacaran lagi, maka sama saja dengan mengulang kesalahan yang sama. Kita bertemu dengan orang yang salah. Lalu putus lagi. Kita bertemu dengan orang yang sesuai , pacaran lama. bosen lalu putus. Yaudah begitu aja terus.

STOP cuma sekadar Ikut - ikutan Trend !

Problema anak muda zaman sekarang adalah tidak bisa membedakannya antara kebutuhan dan trend. Kita sebagai anak muda kadang terlalu dibutakan oleh gengsi budaya ikut ikutan.

Gigi rapih pake behel. Tujuannya? Ikutan trend. Mata tidak minus atau pun silinder? Tidak juga punya problema dengan kacamata?. Tapi menggunakan lensa kontak. Tujuannya?. Lagi lagi ikutan trend.

Kita sebagai anak muda kadang merasa begitu sangat kesepian. Kita butuh seseorang yang benar benar perhatian dengan kita. Tapi bisa ditebak?. Siapa yang mereka cari?. Yaitu pasangan.

Sekarang trend foto bareng pasangan sesaat menjadi ajang pamer yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Dosa? Iya.

Sedih dibilang Jomblo. Padahal mereka yang berpacaran pun sebenarnya sudah bosan dengan hubungan percintaan layaknya orang dewasa yang sudah menikah.

Bodoh sih lah kok nyarinya pasangan sih. Padahal hadirnya seorang Pasangan justru membuat kita harus mengeluarkan power ekstra : Waktu, Uang dan Pikiran untuk memberikan perhatian penuh terhadapnya. Akhirnya yang terjadi?. Kita yang butuh perhatian justru malah kita yang ngasih perhatian ke pasangan kita. Sehingga yang terjadi adalah kita merasa bosan dan susah sendiri.

Yang kita butuhkan ketika dikala kesepian adalah Sahabat kawan. Perbanyaklah sahabat. Bukan pacar apa lagi mantan.

Butuh Sahabat

Masih muda kita butuh sebanyak mungkin relasi. Yang siap menolong kita tanpa meminta timbal balik. Ya mereka adalah sahabat kita bukan pasangan apa lagi pacar ( Suami-istri-an,Ayah-bunda-an).

Sahabat oh sahabat

Relasi itu sangat penting. Dari mereka kita bisa jadi mendapatkan sebuah peluang yang tidak terduga duga sebelumnya. Misalnya ketika Relasi kita menawarkan dan menceritakan ada sebuah lowongan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita. Ya, itulah relasi. Mereka kadang akan memberikan apa pun yang kita butuhkan ( semampu mereka) tanpa pernah mereka minta balasan. Sedangkan pacar?. Mereka selalu menuntut segalanya. Waktu, uang dan pikiran.

Maaf untuk kesekian kalinya. Saya harus berkata bodoh jika kita gagal Move on hanya karena terbayang bayang oleh sosok mantan. Apa lagi jika umur masih menginjak belasan tahun. Ya elah bro kaya mau mati besok aja.

Tapi sebenarnya istilah mantan itu hanya ada untuk mereka yang sudah merasakan perkawinan. Artinya ?. Mantan pacar adalah tidak ubahnya dengan nambah nambahin musuh.

Dan ketika berfikir untuk punya pasangan.

Cinta di usia remaja. Sungguh Tidak ada yang sejati didalamnya. Hanya apa yang terlihat Indah berdasarkan tatapan mata. Atau hanya sekadar kagum atas apa barang - barang yang bahkan itu adalah milik orang tuanya. Lantas apa cinta sejati itu ada?. Tidak ada yang ada hanyalah ini.

Cinta sejati itu kaya gini neng

Yang terlihat Indah belum tentu baik. Yang baik sudah pasti indah, Pernikahan.

Pacaran sehat? Think Again.

Masih percaya tentang istilah Pacaran sehat?. No itu pacaran sehat itu nggak ada. Yang ada hanyalah sepasang laki - laki dan perempuan yang memutuskan untuk menikah.

Pacaran di masa Sekolah dianggap untuk memompa semangat pelajar?. No yang ada justru siswa siswi setiap malemnya jadi suka sms-an, bbm-an sampe pagi secara sembunyi2. Dimana waktu belajarnya?.

Gue sendiri jujur pernah yang demikian. Bahkan adik gue sendiri , sering kali gue pergoki sedang sms-an hingga jam 3 Pagi. Ya dia perempuan dan masih kelas 1 SMP.

Gue pikir, sesehat sehatnya pacaran tetaplah hanya sebuah ajang coba - coba kecocokan yang singkat.Ya kita yang menjalani pacaran tidak ubahnya seperti sepatu yang coba dahulu cocok apa tidaknya.

Dan bagi wanita?. Akan sangat merugikan ketika sang pacar meminta yang bukan bukan. Meminta agar sang wanita mau berbuat untuk menunjukan sebesar apa cintanya , prettt hamil iya.

Sesehat sehatnya pacaran sehat. Tetaplah sebuah hubungan layaknya suami istri. Bisa dilihat dari kebiasaan dan trend baru anak zaman sekarang ketika mereka pacaran.

Anda tahu?. Ayah Bunda, Mamih Papih dan sebagainya. Dan siapa sangka?. Pacaran dengan memanggil Ayah dan Bunda ternyata anaknya beneran. Hamil diluar nikah, hilang keperawanan dan keperjakaan di usia muda, rusak moral akibat hawa nafsu belaka.

Embedded image permalink

Ayah Bunda -__-

Sesehat sehatnya pacaran sehat. Tetap saja pacaran itu singkat dan tujuan akhirnya sudah pasti. Putus. Dan Ketika hubungan putus sudah pasti semuanya berubah jadi mantan. Ketika sudah jadi mantan?. Ya jadi musuh. Mirip seorang Janda yang bertemu mantan suaminya. Apa lagi kalau suaminya nikah diem diem , nikah sirih dan sebagai wah perang dunia ketiga tuh pasti.

Sungguh sesehat sehatnya pacaran adalah menikah di usia muda. Ya mendingan nikah sekalian daripada pacaran coba - cobain terus cocok apa enggak. Raba2, cium2an, pegangan2an yang bukan muhrim. Sumpah mendingan nikah sekalian. Halal dan justru dapet pahala. Iya ga ?.

Perbedaan Remaja Jepang dan Remaja Indonesia

Sesehat sehatnya pacaran sehat tetep aja bikin Hati , pikiran jadi ruwet. Begitu Banyak waktu tersita dan hilang percuma. Cemburu, marah dan panas lagi lagi tidak ada bedanya dengan suami istri yang suka ngeributin masalah sepele. SMS ga dibales aja ribut bukan main. Nuduh macam macam.

Yakin hubungan bakalan awet?. Yakin di masa depan bakalan nikah dengan pacar lo?. Gue sih enggak.

Di twitter banyak orang yang sudah menikah curhat. Kalau mereka rindu ketika masa - masa masih lajang dulu. Ga usah pusing pusing mikirin keluarga, istri/suami dan ah pokoknya bebas.

Masa masa dimana punya uang bisa digunain sesuka hati. Ga perlu dipake buat bayar ini, bayar itu dan untuk keperluan biaya listrik, sekolah anak dan sebagainya.

Bahkan ada juga yang merasa berat meninggalkan masa lajangnya untuk menikah. Karena sadar, semua pertualangnya akan segera terbatasi oleh keluarga barunya kelak.

Kenapa kita justru malah ingin AyahBunda-an?

Yang penuh dengan larangan yang bikinGerak jadi terbatas. Larangan yang bahkan orang tua kita sendiri pun enggak ngelarang. Contohnya aja Ketika kita ingin main futsal eh pacar kita ngelarang.

Ketika kita ingin main sama temen, pacar kita pun lagi - lagi nanyain, ketika lagi asik asiknya nekunin Hobby. Pacar kita lagi - lagi datang menggangu lewat sms, kok kamu enggak pernah ada waktu buat aku lagi sih?.

Tiba - tiba Pulsa nya abis dan ga dibales. SI Pacar jadi Ngambek. Akhirnya yang galau dan pusing sendiri. Udah kebebasan berkurang, Khianat-lah dan selingkuh dengan yang lain-lah. Berasa Rumah Tangga yang tiap hari cekcok mulu. Artinya?.

Belum waktunya kita sebagai anak muda mengalami segala macam pengekangan itu. Bebas lepas melayang ku melayang jauh, kata Iwa K .Ya itulah anak muda dengan segudang energi masa mudanya !. Bebaskan diri lo bro. Putusin pacar loh !.

Belum tahu mau jadi apa.

Seorang anak muda. Bahkan belum tahu mau jadi apa kelak. Belum juga mengenal seutuhnya siapa dirinya. Bahkan apa tujuan hidup dirinya sendiri saja belum tahu. Tapi hebatnya sudah berani menjanjikan masa depan terhadap pasangan sesaatnya.

Janji sehidup semati pake darah (darah boongan)

Ngurus diri sendiri aja belum bisa !

Seorang anak muda bahkan belum bisa mengurus dirinya sendiri. Contohnya saja Teman saya sebut saja Ibel. Yang uang kiriman dari orang tua nya selalu habis untuk mengurusi pacarnya. Lebih gilanya lagi ia pun menjual laptopnya. Oh ternyata tidak cukup hanya dengan menjual laptop. Ia pun mengutang sana sini untuk mengurusi pacarnya. Alasanya hanya satu. Ia sayang dan takut diputusin. IDIOT REASON !!. Dan nyatanya akhirnya si Ibel dan pacarnya putus juga.

“Yang perlu dilakukan anak muda adalah belajar untuk mencukupi dan mengurus dirinya sendiri baru setelah itu ia belajar untuk mengurusi dan mencukupi kebutuhan orang lain” Mario teguh

Terlalu resah memikirkan Jodoh yang belum waktunya.

Terlalu risau memikirkan Jodoh. Padahal masa depan masih panjang. Lulus Sekolah aja belum. Terlalu mikirin jauh ke depan. Terlalu diseriusin, terlalu Ngorbanin segalanya buat pacar.

Padahal Jodoh ya nanti juga datang sendiri. Yang kita perlu lakukan adalah bersabar dan meningkatkan kualitas diri. Dan percaya bahwa Allah Tuhan Semesta Alam akan semakin memberi kita cinta dan memberi jodoh yang bermartabat.


Pacaran = bisa melakukan segalanya?.

Pacaran di era zaman sekarang ini sudah sangat memperihatinkan. Bahkan beberapa anak muda. Berfikir dengan pacaran maka mereka bisa melakukan segalanya. Ya melakukan apa pun dengan lawan jenis tanpa batas, tanpa aturan. Sudah merasa bahwa Pacar adalah seutuhnya milikinya ia bebas ngapain aja. Termasuk melakukan tindakan asusila dengan pacarnya. Yes, be like suami istri beneran. Hilang keperjakaan dan keperawan hingga hamil dan jadi seorang Ayah di usia bau kencur.Kasus - kasus aborsi terpaksa dilakukan akibat belum siap untuk jadi seorang Ayah atau pun Ibu. Bahkan pembunuhan hanya masalah cinta : Cemburu dan buta. Dilakukan tanpa sedikit pun merasa bersalah.

Wanita zaman sekarang lebih menomor satukan pacaran?

Manja tidak karuan, egois dan selalu ingin diperhatikan layaknya seorang Ibu yang sedang hamil. Seolah - olah tidak bisa hidup tanpa pacaran.

Bayangkan ketika manusia normal merasa lapar?. Apa yang dilakukan ?. BETUL !. MAKAN !. Tapi apa yang dilakukan wanita yang tidak bisa hidup tanpa pacaran?. Ya, minta disuapin pacarnya. Minta dibelikan makanan sama pacarnya. Minta di ingetin pacarnya. Bayangkan makan aja harus diingetin.

Ada lagi jenis cewek yang kerjanya cuma ngurusin percintaan. Tiap hari yang di bahas ga peka, ga peka dan ga peka. Emangnya ga ada kerjaan yang lebih penting apa?.

Terlalu sibuk ngurusin percintaan

Para wanita berteriak minta diculik di malam minggu?

Enggak percaya kalau cewek zaman sekarang minta diculik?. Silahkan ketikan Culik dong di search twitter. Entah bercanda atau serius. Tapi ada saja yang berteriak merasa kesepian padahal usia mereka masih sangat ingusan.Tapi tingkah lakunya bener - bener sudah melebihi tante girang !.

Entahlah mungkin ini dampaknya. Pernah satu Ketika gue sedang asik - asiknya nongkrong bareng sahabat. Tiba - tiba sahabat justru di datangi seorang cewek. Ia menangis sambil memegang perutnya. Dan bisa ditebak apa yang terjadi?. Cewek itu memohon - mohon meminjam sejumlah uang untuk aborsi ke sahabat gue. Entah perkosa atau memang akibat pacaran. Jadi So mulai hari ini stop berteriak ingin diculik, berhenti jadi cewek murahan ! #FrontalModeOn

Ya penculik zaman sekarang ga perlu susah2 nyari target penculikan karena cewek2 zaman sekarang malah pada minta di culik.

Mendadak Move on gara - gara durian.

Duren Di Indomart.. Alangkah indahnya

Malam itu. Tidak seperti biasanya. Ada aroma durian yang menusuk di aroma penciuman gue. Tepatnya saat gue sedang berbelanja keperluan anak kost di Indomart. Aroma legit yang tidak asing lagi. Ah ternyata ada Durian. Entahlah seumur hidup pergi ke Indomart. Baru pertama kali gue liat Indomart jual Durian. Durian ini begitu wangi dan menggoda siapa pun termasuk gue sebagai pecinta duren kelas kere. Ah dia harus jadi milik gue.

“Ini durian pasti mahal” kata gue sambil menyentuh kulitnya dan gue pun sampe dibuat ngiler oleh durian itu. Gue membayangkan rasanya yang manis, legit dan membuat gue sempat berfikir untuk membelinya.Namun apa daya setelah gue korek - korek isi dompet ternyata harga durian itu tidak mampu dibeli anak kost seperti gue.

Sejurus kemudian. Entah ada angin apa, padahal saat itu enggak ada kipas angin di indomart. Secara mendadak gue teringat ucapan guru pendidikan agama Islam gue saat masih Sekolah.

“Jangan kaya duren, kamu tahu duren yang dijual di pinggir jalan itu?, Sebelum dibeli duren itu dibuka dulu isinya, dicobain manis apa enggak. Kalau enggak manis? Nggak jadi beli. Padahal durennya udah dibongkar loh, isinya juga udah diliat. Nah kamu jangan jadi durian seperti itu. Itu namanya durian mentah” Pak H. Hamzah

Gue lulus SMA tahun 2013 yang lalu. Dan apa yang dikatakan Guru Agama kesayangan itu masih saja teringat sampai sekarang. Beberapa saat kemudian gue ditegur oleh pegawai Indomart. Ya juga sih, orang bodoh mana juga yang ngelamun sambil megangin duren.

Ada sesuatu yang begitu menyentil di hati gue saat itu. Gue merasa seperti orang yang baru menyadari dan menemukan makna hidup yang selama ini gue cari - cari. Tapi selama bertahun - tahun pula tidak ditemukan apa jawabannya. Dan ternyata jawabannya ada di duren. Tepatnya ketika mas - mas pegawai Indomart bertanya “Mau beli durennya kak?” — Kakak Ndas mu — kata gue di dalem hati.

Setelah membeli keperluan dan melangkah pulang menuju kostan. Seraya melihat bintang2 yang enggak pernah keliatan di langit di Jakarta. Ingatan gue Terlempar jauh ke masa - masa dimana gue pernah mengalami kesedihan yang luar biasa. Dimana orang yang paling amat gue sayangi pergi seolah - olah menghancurkan mimpi - mimpi yang pernah kami ciptakan bersama. Yah, Tentang 3 dari 100 Impian yang pernah kami tulis bersama :

1. Mapan (bekerja di Jepang menabung sebanyak mungkin lalu jelajahi dunia, selulus SMA tahun 2011)

2. Menikah setelah puas menjelajahi dunia (2020)

3. Kembali tinggal di Indonesia (2021)

Ah entahlah Malam itu , Mendadak semua kejadian terputar kembali di pikiran gue. Cuma gara - gara ngeliat duren. Dan pertanyaan itu pun muncul lagi. Impian itu? Masih bisakah gue mewujudkannya walau orang itu udah ga ada lagi disini. Di dalam kehidupan gue?.

“Saya hanyalah sebuah durian mentah”

sumber : griya-com.blogspot.com

Entahlah. Gue merasa ada sesuatu yang kurang pada diri ini.Yaitu perasaan bahwa keinginan gue cukup besar tidak sebanding dengan kemampuan gue. Gue mulai mengaitkan - ngaitkan durian dengan berbagai aspek kehidupan di masa muda yang singkat ini. Ya gue masih muda. Dan sedikit demi sedikit Duren itu menyadarkan ku.

1. Gua adalah pembeli namun dengan isi katong yang pas pasan, yang berharap bisa memiliki durian berkualitas yang harganya selangit. Yang tanpa perlu dibongkar dan dilihat seperti apa isinya. Semua orang tahu bahwa durian itu berkualitas.

2. Gue pun melihat diri gue di masa lalu yang di tinggalkan oleh orang yang amat gue sayangi. Tentang beberapa dari 100 impian yang kami ciptakan bersama. Yaitu 2011 (Lulus SMA) Kami akan pergi Ke Jepang , Bekerja disana, mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan pergi menjelajahi dunia.

Tapi yang terjadi?. Gue mengalami Broken School yang cukup berat, masa - masa kelabilan yang enggak bisa diprediksi yang membuat gue harus 5 tahun di bangku SMA. Akhirnya? gue baru lulus SMA tahun 2013 kemarin. Ya gue ga bisa egois dan dia pun tentu ga bisa nunggu gue lulus SMA 2 tahun lagi. 2010 dia pun pergi Ke Jepang dan mengejar impiannya seorang diri. Tanpa gue. Setelah sadar gue tidak cukup bisa di andalkan. Artinya, gue belum cukup pantas untuk bisa menjemput semua impian itu pada tahun 2011.

3. Ya, Durian berkualitas hanya mampu dibeli oleh mereka yang lebih dari sekadar pas pasan.

4. Seorang pembeli dengan kantong pas pasan, sudah pasti ia hanya akan mendapatkan Durian yang kelas murah. Durian yang bahkan tidak ada harganya. Durian yang rasanya sama sekali tidak manis dan ukurannya kecil.

5. Aku adalah Durian mentah yang maksa ingin jatuh ke tanah. Durian mentah yang tidak sabar untuk menggantung di pohon lebih lama dan jatuh ke tanah tidak pada waktunya. Yang menipu siapa pun yang membelinya.

6. Durian mentah itu adalah para anak muda. Yang terlalu cepat ingin segera dewasa ketika ia masih dalam proses menuju pematangan diri.

Durian mentah yang jatuh ke Tanah tidak pada waktunya

Sumber Meme Muslim

7. Durian mentah itu adalah para pemuda yang belum jadi apa apa tapi sudah berani menjanjikan masa depan.

8. Durian mentah itu juga mereka para gadis remaja yang ingin merasakan cinta sejati di usia yang masih sangat belia.

9. Perlakuan seorang penjual ketika mendapati durian yang jatuh ternyata masih sangat mentah. Pastinya akan melakukan banyak hal agar Seorang pembeli mau membeli durian mentah itu. Ia akan membongkar kulit durian itu. Membiarkan pembeli mencicipi rasanya dulu. Terserah membelinya atau tidak.

Dan ketika sadar durian itu tidak manis. Biasanya pembeli yang kantongnya pas - pasan sekalipun tidak jadi membeli. Atau bahkan sang penjual akhirnya malah memberikan durian mentah itu secara cuma - cuma. Sungguh durian mentah itu tidak ada harganya sama sekali.

Berbeda dengan Durian berkualitas matang yang benar - benar jatuh dengan sendirinya dan tepat pada waktunya. Ia begitu manis, begitu harum. Bahkan orang - orang langsung berebut ingin membelinya berapa pun harganya. Sungguh Ia hanya bisa dimiliki oleh seorang pembeli yang cukup mapan dan tidak sekadar pas - pasan.

Yeah, tidak ada satu pun orang yang menolaknya.

1. Mereka adalah orang orang yang memilih bersabar lebih lama untuk menjadi seorang yang benar - benar mapan.

2.Mereka adalah orang berjuang sangat lama untuk membeli sesuatu tidak ternilai harganya. Yang sekali beli maka akan awet untuk selamanya

3.Mereka adalah orang merasa tidaklevel membeli barang murahan yang sekali pakai langsung rusak.

Mereka diibaratkan orang - orang yang baru saja lulus dan Wisuda dengan IPK terbaik. Mereka langsung dicari banyak perusahaan untuk bekerja di perusahaannya. Dan akan digaji berapa pun gajinya.

Akhirnya aku pun tersadar bahwa pasti ada alasan kenapa 2010 silam. Ia meninggalkan ku ke Jepang dengan sepihak. Yah, Karena ia sadar gue belum cukup “Pantas” untuk ikut bersamanya ke Jepang. Jepang itu keras, tidak seperti Indonesia. Kepantasan adalah penyesuaian kualitas diri. Dan ya saya belum cukup berkualitas untuk bisa hidup disana.

Ya, inilah Cinta sejati , perjuangan untuk memantaskan diri kita.

Sama seperti halnya ketika kita ingin membeli sebuah barang. Kita pasti menginginkan barang yang kita beli bisa awet untuk selama - selamanya dengan cukup sekali membelinya.

Namun kenyataannya ternyata kita hanyalah sesosok anak muda dengan kantong pas - pasan. Tentu saja. Barang yang sanggup kita beli hanyalah barang murahaan. Yang rusak sekali pakai lalu ganti yang baru yang juga sama murahnya dan mudah rusaknya.

Cinta. Kita ingin memiliki seseorang yang begitu spesial di mata kita. Orang itu begitu istimewa. Semua orang ingin jadi pedamping hidupnya. Namun apa daya kita tak cukup mapan untuk menikah dengannya.

Akhirnya kita justru menghabiskan waktu kita untuk pacaran dengan orang - orang yang ‘Murahan’.Yang membuat kita tidak fokus untuk memantaskan diri kita. Baik untuk sosok pendamping hidup yang kita dambakan. Maupun kemudahan hidup yang kita ingin kan di masa depan.

Kita justru asik saja menghabiskan waktu dengan Mereka. Para Durian mentah murahan yang berpura pura matang. Yang memaksa untuk merasakan cinta sejati disaat mereka benar - benar belum matang.

Mereka adalah orang - orang yang tidak cukup sabar untuk menggantung di pohon lebih lama. Dan tidak memaksakan diri jatuh ke tanah.

Mereka yang ingin buru buru menikah ketika usianya masih belasan tahun

Mereka yang terlanjur hamil, menjadi seorang Ayah ketika usia mereka masih pelajar ingusan.

Mereka menyadari begitu murah dan tidak spesialnya durian mentah. Yang mengobral diri seakan - akan tidak bisa hidup tanpa cinta.

Mereka selalu berkata Maukah kamu jadi pacar saya? setiap harinya di twitter. Selalu mengejek mereka anak muda yang fokus mengejar karirnya dengan sebutan “ELO JOMBLO EA ?”.

Sumpah Untuk mendapatkan sosok pedamping yang semurahan itu. Kita tidak perlu mapan, apa lagi berjuang mati matian. Ia akan dengan suka rela memberikan gratis. Cukup memuji - mujinya maka ia akan girang sendiri dan berkata mau untuk jadi pacar kita. Tapi tidak untuk jadi pasangan hidup kita di masa depan.


Ya diibaratkan orang - orang yang percentilan

Ayah saya pernah berkata “Durian yang bagus itu jatuh sendiri ketika udah waktunya matang, bukan jatuh tertiup angin ketika masih mentah, “

Yah, gue merasa diri gue ini adalah durian mentah. Yang tidak bersabar dan mekmaksa menjatuhkan diri ke tanah. Sungguh tidak ada harganya diri saya ini. Seperti durian mentah.

Lagi - lagi durian mentah

Kita begitu mecintainya dan sangat sayang padanya. Namun ketika akhirnya hubungan itu harus berakhir karena tidak adanya kepastian. Ia pun pergi , tapi pasti ada alasan dibalik semua itu. Ya kita belum cukup pantas dan belum memantaskan diri kita untuk menjadi pedamping hidupnya.

“Aku bukan siapa - siapa untuk mu, ku cintai mu tak berarti bahwa ku harus memiliki mu selamanya” - D’masiv -Di antara kalian.

AH INILAH WAKTUNYA MOVE ON !!

1. Aku belum membutuhkan pasangan. Aku masih muda. Ya, Orang yang sudah menikah pun ada saatnya dimana ia merindukan masa masa ketika Ia masih Lajang.

Kadang orang yang sudah dewasa pun bosan dan merindukan masa - masa ketika masih muda dulu : Saat masih lajang dan bebas . Kenapa kita yang masih muda justru buru - buru ingin menikmati sebuah hubungan ala orang dewasa ?

2. Aku masih terlalu muda. Dan aku masih ingin menggantung di pohon lebih lama dan mematangkan diri untuk jadi orang yang pantas untuk dihargai dan dihormati.

Kadang yang kita perlu lakukan sebagai seorang adalah fokus pada yang penting bagi kita.

3. Aku hanya terlalu manja pada masalah yang seharusnya tidak menjadi masalah untuk anak muda seperti ku. Aku hanya perlu bersabar dalam belajar untuk menjadi orang yang hebat kelak. Ya kita terlalu cepat merasakan apa yang seharusnya tidak kita rasakan di usia muda.

Ini adalah kita yang masih muda belum punya apa - apa tapi terlalu over dan mengorbankan segalanya untuk percintaan

Dan ini adalah apa yang harusnya kita lakukan di usia kita

Cemburu dan perselingkuhan seharusnya hanya di alami oleh mereka yang sudah menjalani hubungan berumah tangga dan keluarga. Tapi sekarang? Justru kita ( Para remaja dan transisi usia 20 tahun ) terlanjur menyibukan diri untuk sesuatu yang belum menjadi prioritas di usia kita.

Ya, kita masih butuh kebebasan dalam berkarir, mengejar apa yang kita mau, melakukan hal - hal yang kita inginkan. Ya lupakanlah mengemis - ngemis jodoh di usia yang bahkan kita sendiri belum seutuhnya mau Menikah dan belum pengen sesegera mungkin punya keturunan.

Jadi? Kejar cita - cita selagi masih muda. Urusan jodoh ?. Jodoh terbaik akan datang ketika kita mapan dan cukup pantas untuk berkeluarga dan bertanggung jawab.

4. Bergaul , berkomunitas dan mencari relasi baru, itulah yang seharusnya saya lakukan ketika saya merasa kesepian dan butuh perhatian.

Sejak SMA, saya cenderung pasif. Tidak pula aktif di kegiatan organisasi. Kesepian dan tidak tahu harus berbuat apa sudah pasti. Karena menjalani bangku SMA 5 tahun membuat saya kehilangan makna belajar yang sesungguhnya.

Tapi suatu hari saya iseng buka blogdetik. Iseng membuat blog dan hampir 3x ganti - ganti nama blog. Tapi akhirnya terciptalah nama Galau sesuai dengan apa yang sedang melanda isi hati dan pikiran saya waktu itu.

Dan well akhirnya memberanikan diri untuk bergabung dengan komunitas blogger yang ada salah satunya dblogger yang ada di Jakarta. Jadi hari itu saya bersama seseorang main ke Jakarta. Dan awal - awalnya memang canggung karena tidak terbiasa bergaul dengan mereka yang lebih tua.

Pertama kali

Tapi 3 tahun berlalu, tanpa sadar lewat komunitas ini saya sudah dikenalkan dengan orang - orang hebat. Di ikut sertakan dan diajak pula menghadiri acara - acara di berbagai tempat, kota dan berkenalan pula dengan blogger - blogger lainnya.

Masa - masa SMA saya habiskan untuk berkeliaran dan juga mondar - mandir Banten - Jakarta setiap kali ada acara. Sempat pula sampai main ke Bandung, Solo, Jogja sampai Makassar untuk ikutan acara keren sekelas Blogger Nusantara, Asean Blogger dan lain - lain. Dan merasakan rasanya naik pesawat untuk pertama kalinya yang tidak bisa dilupakan. Dan semua ketika masih menggunakan seragam putih abu - abu.

Dan waktu lulus SMA, Sempat saya bertanya - tanya “Kenapa ya gue milih kuliah di Jakarta padahalkan disini semuanya serba mahal” Hampir setahun pertanyaan itu terus saya tanyakan pada diri saya sendiri. Antara menyesal dan bingung. Dan yah, saat menulis ini. Saya tahu kenapa. Ternyata jiwa dan isi hati sayalah yang menuntunnya saya kesini. Ternyata hati saya berkata kalau saya ingin terus berkomunitas , berjumpa dengan kawan - kawan blogger dan membangun relasi baru.

Salah satu lukisan yang pernah saya lihat di Benteng Rotterdam, Makassar berjudul Warna baru. Sesuai banget dengan kondisi gue.

5. Bergaul dengan mereka yang lebih punya pengalaman. Bertanya pada mereka. Tentang saat mereka seumuran ku. Itulah yang harusnya aku lakukan ketika bimbang bingung akan masa depan ku.

Beberapa waktu yang lalu. Sempat saya bertanya pada Seorang Dian Kelana, beliau biasa di sebut Ayah oleh rekan - rekan blogger kalau saya sih manggil om, pengen sih manggil Abah soalnya mirip dengan Alm kakek saya tapi ga enak hati hehe. Beliau ini juga seorang wartawan dan jurnalis senior dan tulisannya sering pula menghiasi headline di kompasiana. Orangnya murah senyum dan selalu bawa DLSR. Suka banget Photography. Sosoknya begitu sangat di segani. Dan waktu itu gue tanya begini.

“Om, waktu usia om 20 tahun, om ngapain aja om?”.

Dan jawab beliau.

“Oh waktu itu sekitar tahun 1975. Saya kerja serabutan jadi kernek angkot di Padang, “. Ya, beliau ternyata seorang pekerja keras di usia mudanya dulu. Dan lebih hebat lagi ternyata beliau cuma lulusan SD. Tapi meskipun cuma lulusan SD. Bukan berarti beliau berhenti ngasih makan otaknya.

“Minat membaca saya tinggi, sejak kelas 2 SD saya sudah tamat membaca buku yang tebel - tebel, Novel tenggelamya kapan Van Der wijck , suka baca koran juga “

“Wah, saya mah kelas 2 SD sukanya bacanya komik Sinchan om” kata gue nyengir kuda.

Ya modal beliau adalah suka membaca. Itulah yang membuatnya bisa seperti sekarang ini. Kalau rata - rata orang yang cuma lulusan SD biasanya ujung - ujungnya cuma pengangguran. Tapi beliau berkat Hobby membacanya justru bisa jadi jurnalis.

“Iqro , Bacalah. Itulahfirman pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW, itu juga yang jadi modal buat saya”

Dan ternyata benar juga saya bahkan baru nyadar sekarang. Dalam mencari ilmu yang perlu dilakukan manusia adalah cukup banyak - banyak membaca. Dan waktu saya kepo lagi, tentang apa yang pengen dilakukan om dian.

Katanya Om Dian ingin menulis buku sejenis biography tapi dalam bentuk novel seperti Laskar pelangi, Negeri 5 Menara dan sejenisnya. Dan sekarang Novel yang sedang Beliau tulis progressnya sudah mencapai 350 halaman lebih. Malah mau dibuat Trilogi juga seperti Laskar pelangi.

“Setelah banyak membaca dan pengetahuan sudah penuh, sudah saatnya kita menulis apa yang sudah kita tahu”"

Sempat pula gue curhat waktu ditanya gimana kuliahnya?. Dan jawaban gue adalah “Agak Kacau om, nilai banyak yang jelek karena ternyata Teknik Informatika tidak sesuai dengan minat”. Dan apa jawaban om Dian.

“Yang milih siapa, hayo?, yang milihkan diri sendiri”

Gue cuma bisa nyengir. Iya ya, yang milih kan gue. Kenapa gue harus galau. Ternyata sesimple itu jawabannya. Ya, kadang kita butuh bergaul dengan mereka yang berpengalaman. Untuk memperoleh Point Of View yang berbeda. Pandangan hidup itu penting.

6.Hidup itu bukan hidup kalau belum bermanfaat bagi orang lain. Manfaatkan yang sudah ada untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat

“Kadang dengan mendengarkan, melihat dan ikut merasakan kesulitan orang lain. Justru menyadarkan kita betapa Tidak seberapanya masalah yang sedang kita hadapi”

“Aku adalah anak muda yang lahir di era digital. Apa pun yang aku lakukan dengan teknologi harusnya bermanfaat.

Yang perlu dilakukan pemuda di Era digital seperti ku adalah memperhatikan sekitarnya, dan memotret orang yang sedang berjuang melawan kesulitannya. Yang masalahnya ku anggap lebih berat daripada masalah yang sedang ku hadapi .Dan menpublikasikannya. Dengan kemajuan Teknologi yang ada saat ini.

Buatlah sebuah blog. Mulai sekarang ketika kamu merasa hidup kamu sulit. Berjalan - jalanlah sebentar dilingkungan sekitar mu dengan membawa kamera ( camdig atau ponsel). Lalu lihatlah mereka yang tiap hari banting tulang . Mereka yang sudah tua renta tetap bekerja demi selembar dua lembar uang 2 ribu hingga hingga 10 ribu rupiah.


Seorang kaskuser mempublikasikan foto yang di ambilnya di Facebook lalu di repost kembali oleh seseorang di kaskus. Foto yang menggambarkan tentang seorang kakek - kakek yang berjualan tali sepatu dan bisa ditebak barang dagangannya tidak begitu laku. Kakek ini adalah seorang perantauan, yang menginap di masjid setiap harinya. Beliau tidak akan pulang kalau belum mendapatkan uang. Dan postingan ini sukses menarik simpatik banyak orang dan sampai tertarik pula untuk ikut donasiSumber

Seorang blogger juga mempublikasikan cerita tentang seorang kakek penjual amplop di blognya lalu di repost kembali oleh seseorang di kaskuss . Bisa dibayangkan di Era dimana kirim mengirim pesan serba serba instan dan cepat ini. Kakek ini justru berjualan amplop dengan keutungan 250 rupiah per amplop nya. Sumber

Seorang wartawan media online mempublikasikan seorang pemulung yang tidur di selokan. Dan ramai - ramai pengguna pengguna sosial media memperbincangkannya.

“Kerjalah kawan apa saja” nama pemuda ini adalah Imron. Dia setiap pagi selalu keliling komplek dari tempat sampah ke tempat sampah lainnya. Sehari Imron bisa mengantongi Rp 5 000 sampai Rp 10.000 per hari.Pernah suatu hari ketika dia datang , gue sengaja menyimpan uang di tong sampah depan rumah. Tapi apa yang terjadi?. Dia justru ga mengambilnya. Waktu gue tanya apa dia liat uang di tong sampah. Dia jawab “liat, Tapi itu bukan hak saya” (Dokumen pribadi lokasi : Cilegon)

Seorang Nenek berjualan sayur di pagi hari hingga jam 12 siang. Suaranya serak dan jalan kaki berkilo - kilo meter jauhnya. Keuntungan yang di dapatnya hanya pada kisaran Rp 1000 - Rp 3000 rupiah saja. Kadang gue suka iseng aja beli padahal ga tau buat dimasak jadi apa sayurnya. (Dokumen Pribadi : Lokasi Cilegon)

Ya Bapak ini udah jalan kaki jauh banget. Dan buah Dukuhnya hari itu ga laku sekaleng pun :( (dokumen pribadi lokasi : Cilegon )

Sebenarnya iseng aja ambil foto bapak ini. Bapak ini menurut gue hebat banget. Dia nyapu jalanan ketika para anak muda alias para penumpang seenak udelnya buang sampah di jalan. Dengan kaos bertulis You ?. Seolah bapak ini bertanya kepada gue. Hey apa aja hal bermanfaat yang sudah lo perbuat?. (Sumber pribadi : Lokasi Kebon Jeruk, Jakarta Barat )

Seorang Penulis yang akrab di panggil Jonru mempbulikasikan sosok Mas karman. Pemuda yang terlahir dengan kekurangan tertentu. Jika biasanya orang - orang seperti beliau lebih memilih mengemis. Tapi tidak dengan Mas Karman, Ia lebih memilih berkeliling dengan kursi roda berjualan kacang dengan harga Rp 1000 dan pulsa elektrik. ( sumber Fans Page Jonru)

Yah, inilah gerakan real sosial media. Sudah saatnya kita memanfaatkan sosial media untuk sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi. Potretlah perjuangan mereka. Dan tulis di blog. Sebarkan di sosial media yang kamu punya ( Facebook, twitter, instagram, path, Kaskus, detik forum, Pasangmata.com dan lain - lain). Jika perlu ajak semua orang untuk ikut menyumbangkan sedikit rezeki. Kalau kita agak sungkan untuk menyalurkannya. Kita bisa juga mendonasikannya pada Beberapa organisasi non profit pun yang fokus mengumpulkan, mengelola dan menyalurkan dana. Salah satu yang cukup terkenal dan terpercaya adalah http://www.dompetdhuafa.org/.

“Setiap orang adalah pencerita, everyone is Journalism, hanya saja terkadang yang kita ceritakan tidak begitu bermanfaat” - unknown

Kita cukup klik Donasi

Dompet Dhuafa adalah sebuah organisasi yang memfokus diri menyalurkan dana berupa bantuan secara langsung kepada mereka yang membutuhkan. Yaitu Kaum Dhuafa, Yatim piatu dan mereka yang tidak mampu. Ya jadi disini tugas kamu hanya cukup mendonasikan rezeki kamu seikhlasnya dan selebihnya biarkan Dompet Dhuafa yang mengelola nya dan menyalurkannya kepada mereka yang membutuhkan. Simpel bukan?. Dan kini dompet Dhuafa sedang menggalakan Budaya Citizen Journalisme yaitu mengajak semua orang untuk peduli pada sekitarnya dengan menuliskannya di blog atau pun media online lainnya. Jadi gimana ? masih mau buang - buang waktu untuk sesuatu yang enggak bermanfaat?.

STOP Galaunya udahan dulu. Berhenti berkata merasa diri kita sebagai orang paling menyedihkan di jagat raya.

Ingatlah orang tua kita kelak akan tua. Dan…

Kesimpulan

MOVE ON Menuju kedewasaan sejati itu Ibarat Duren :

Menggantung di pohon lebih lama, matang dan jatuh ke tanah tepat pada waktunya. Proses dan percaya bahwa semuanya indah pada waktunya. Terbukanya pikiran bahwa tidak ada yang bisa dibuktikan ketika kita belum jadi matang dan cukup dewasa.

MOVE ON Dalam memantaskan diri Itu ibarat mau beli duren berkualitas, tapi apa daya kita belum sanggup membeli-nya.

Berjuang mati - matian dan memampukan diri untuk membeli sebuah Durian berkualitas.

Durian yang sekalinya jatuh. Banyak orang yang mencarinya.

Yang akan dibeli Berapa pun harganya. Karena

Semua tahu bahwa durian itu berkualitas tanpa perlu dilihat isinya.

MOVE ON Itu juga ibarat membeli sesuatu yang MAHAL HARGANYA !

Belilah barang yang sekali beli tapi awet untuk selamanya !! ( Langsung nikah enggak pake pacaran)

Bukan beli barang yang tiap beli rusak mulu, beli baru rusak lagi, beli baru rusak lagi terus begitu sampe kiamat. (Pacaran , putus, pacaran, putus…)

MOVE ON Dalam memperjuangkan Cinta sejati adalah

Satu langkah pasti memantaskan diri. Untuk satu orang yang paling dicintai. Di masa depan nanti !.

MOVE ON itu menyibukan diri.

Enggak lagi membuang - buang waktu untuk hal yang ga ada gunanya. Dan memastikan bahwa apa pun yang kita lakukan, pastikan itu bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Move On = Yes, Pacaran Lagi? = NO.

Galau = NO, Bermanfaat = Yes

Pesan terakhir :

Ingatlah Saat kita memiliki pasangan, bukan berarti kita akan mendapatkan segalanya. Perhatian, pengorbanan dari seseorang atau bahkan kehabagiaan.

Justru sebaliknya, kitalah yang justru harus memberikan perhatian, pengorbanan : “Waktu, tenaga dan pikiran” untuk orang yang kita sayang.

Dan celaka-lah untuk mereka yang masih terlalu muda tapi mengharapkan perhatian dari seorang pasangan hidup.

Karena jika mereka belum mencapai ‘kedewasaan’ setingkat mereka yang sudah berkeluarga ( Bersuami, beristri dan punya seorang anak).

Yah, Selamat menikmati dan merasakan beban orang dewasa di usia labil.

Stop dulu galau nya mulailah bermanfaat

Jangan main twitter kalau nggak bermanfaat

Jangan galau kalau nggak bermanfaat

Jangan bergadang kalau enggak bermanfaat

Jadilah orang yang Move Semuda mungkin dan bermanfaat sekecil apa pun itu.( Pengalaman pribadi yang nulis :p )


TAGS   Galau dan Gagal Move ON /


Author

Tayusani Yuza
Mereka bilang aku galau. Aneh, aku galau tapi menikmatinya.

Recent Post

Recent Comments

Archive